Mahfud MD Ungkap Modus Baru Pemerasan di Indonesia, Psimis Proses Demokrasi, Hanya Bisa Berdoa

"Kita hanya bisa berdoa, semoga Pemilu 2019, dapat memperbaiki keadaan tersebut," ujar Mahfud MD

Mahfud MD Ungkap Modus Baru Pemerasan di Indonesia, Psimis Proses Demokrasi, Hanya Bisa Berdoa
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Mahfud MD saat ada di Bandung. 

TRIBUNJABAR.ID - Pakar hukum dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfid MD psimistis proses demokrasi di Indonesia akan berjalan baik sesuai harapan masyarakt.

Mahfud DM dalam cuitannya di twitter, mengatakan saat ini belum ada solusi jitu yang dapat diterapkan untuk menghadapi ranjau-ranjau yang dipasang oleh mafia hukum dan politik.

"Kita hanya bisa berdoa, semoga Pemilu 2019, dapat memperbaiki keadaan tersebut," ujar Mahfud MD dalam akun twitternya, Rabu (2/1/2019).

Pernyatataan Mahfud MD itu menjawab pertanyaan followernya, La Irwan yang bertanya kepadanya,

"Prof, saya boleh psimis enggak terhadap proses demokrasi kita? Hukum adalah urat nadi dari mengalirnya proses demokrasi. Siapa yang bisa menjamin apa yang menjadi ekspektasi dari demokrasi tercapai? Sedangkan hukum bisa diatur-atur dan selalu subyektif. Beri saya petunjuk. Tq."

Mahfud MD Bicara Ciri Orang Munafik, Semua Calon Pejabat Ada Munafiknya, Pilih yang Banyak Baiknya

Reaksi Mahfud MD Saat Ditanya Mengapa Rizal Ramli dan Sudirman Said Dipecat Jokowi dari Kabinet

Mahfud MD memang sedang berdiskusi soal hukum di Indonesia.

Mahfud MD menceritakan soal modus baru pemerasan.

"Ada pejabat dipanggil untuk diperiksa KPK. Lalu ada orng atau LSM yang menawarkan jasa untuk membereskan kasusnya dengan bayaran yang katanya untuk orang KPK. Ada yang bayar. Tapi ada yang datng ke KPK untuk diperiksa. Trnyata ditolak karena KPK tidak pernah memanggil. Panggilannya palsu."

Penulis: Kisdiantoro
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved