Senin, 13 April 2026

Bangunan Sekolah Terdampak Puting Beliung, Siswa MTs Istiqomah Terpaksa Tidak Belajar

Hari pertama sekolah, 305 siswa MTs Istiqomah, Desa Panguragan Kulon, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, terpaksa tidak bisa belajar

Penulis: Siti Masithoh | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Siti Masithoh
MTs Istiqomah yang rusak akibat bencana angin puting beliung, Desa Panguragan Kulon, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Rabu (2/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Hari pertama sekolah, 305 siswa MTs Istiqomah, Desa Panguragan Kulon, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, terpaksa tidak bisa belajar, Rabu (2/1/2019).

Pasalnya, sekolah yang berdiri sejak 1985 itu, terdampak puting beliung pada Minggu (31/12/2018) sore.

"Yang rusak ada sembilan ruangan. Empat ruangan tidak bisa dipakai dan lima ruangan masih bisa dipakai. Kemungkinan besok siswa akan memulai pembelajaran," ujar Wakil Kepala Sekolah MTs Istiqomah, Amin Labaik, saat ditemui di MTs Istiqomah, Rabu (2/1/2019).


Nantinya, pembelajaran di sekolah itu akan dibagi menjadi kelas pagi dan kelas siang.

"Pembelajaran harus dimulai besok. Mengingat sudah mulai hari belajar. Ini juga masih untung pas kejadian itu masih liburan. Hari ini, dari 305 siswa, ada 100 siswa yang berangkat sekolah," katanya.

Kegiatan hari pertama masuk sekolah, para siswa melakukan kegiatan bersih-bersih sekolah.

Selain bangunan kelas, WC dan musala juga terdampak dan rusak.

"Tadi berangkat karena dikira mau belajar, tapi kelasnya masih ada yang rusak jadi tadi hanya beres-beres saja," kata Natasya (15), siswa kelas IX MTs Istoqomah.

Sementara ini, ruang guru, dan TU tidak bisa dipakai karena masih dalam proses perbaikan.

Terjerat Kasus Korupsi, 480 PNS Diberhentikan Secara Tidak Hormat

"Mungkin 15 hari butuh untuk membenahi, tapi bisa lebih," ujar Kepala Sekolah MTs Istiqomah, Agus Ghusaeri.

Ia mengharapakan perbaikan dapat segera ditangani oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah.

"Dari pemerintag sudah ke sini dan mendata tapi belum ada bantuan datang. Kalau menunggu bantuan datang nanti keburu hujan, jadi ya sudah kita perbaikan sementara. Sementara kita patungan dari guru-guru dan kerabat sudah terkumpul Rp 5 juta," katanya.

Saat ini, bantuan yang mengalir berasal dari berbagai elemen, semisal alumni dan masyarakat.

"Ada bantuan 2.500 genteng sudah datang dari masyarakat, akan saya pasang. Baru genteng aja yang sudah datang bantuannya. Itu juga kayaknya tidak cukup," ucapnya.

Pihaknya juga sudah mengajukan bantuan kepada Kemenag Kabupaten Cirebon.

"Saya hitung kerugian ini di atas Rp 100 juta," pungkasnya.

Polres Indramayu Klaim Pengungkapan Kasus Kejahatan Selama 2018 Naik 36 Persen

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved