Tujuh Bencana Alam Besar yang Menimpa Indonesia di 2018, Likuifaksi di Palu Jadi Sorotan

Sepanjang tahun 2018, Indonesia tercatat harus merasakan setidaknya tujuh bencana alam besar menimpa Indonesia.

(sanovra/tribuntimur.com)
Perumahan Petobo Kota Palu, Sulteng, porak-poranda setelah diguncang gempa 7,7 SR pada Jumat (28/9/2018) 

5. Gempa Jawa Timur

Selang satu bulan tepatnya Kamis 11 Oktober 2018, gempa bumi mengguncang wilayah Jawa Timur dan Bali sekira pukul 01.57 WIB. 

BMKG mencatat, pusat gempa berada di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur pada kedalaman 12 km.

tercatat gempa dengan kekuatan 6,4 SR ini telah menimbulkan korban dan kerugian materil, di antaranya 3 orang meninggal dunia dan 34 orang terluka. 

Selain itu, sebanyak 483 unit rumah alami kerusakan. 

6. Banjir bandang dan longsor Mandailing Natal

Banjir bandang dan longsor menimpa Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara pada Kamis 11 Oktober 2018. 

Banjir bandang sendiri diperkirakan disebabkan oleh sungai yang tak mampu menampung debit air yang besar. 

BNPB mencatat 17 orang korban meninggal dunia, di mana 12 di antaranya adalah siswa SD yang tengah mengikuti kegiatan belajar bersama guru mereka. 

Sementara itu, dua orang dinyatakan hilang, dan 534 lainnya mengungsi akibat kehilangan tempat tinggal mereka.

7. Tsunami Selat Sunda
Di penghujung tahun, tanpa ada pertanda khusus, gelombang tsunami meluluhlantakkan pesisir barat Pulau Jawa dan ujung selatan Pulau Sumatera. 

Gelombang itu menghantam Sabtu lalu, 22 Desember 2018, sekitar pukul 21.30 WIB.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, tsunami yang tidak didahului dengan gempa bumi ini, kemungkinan besar terjadi akibat longsor bawah laut pasca-erupsi Gunung Anak Krakatau. 

Selain itu, juga bersamaan dengan gelombang pasang akibat bulan purnama. 

Hingga Senin (31/12/2018), 437 orang dinyatakan meninggal dunia, 14.049 orang luka-luka, 16 lainnya hilang,sementara hampir 33 ribu warga mengungsi.

Di antara para korban tewas adalah tiga personel grup band Seventeen yang saat kejadian tengah tampil di atas panggung dalam acara family gathering PLN di Tanjung Lesung Beach Resort, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Tiga personel Seventeen yakni Herman (gitaris), Bani (bassist), serta Andi (drummer) meninggal dunia usai tersapu gelombang tsunami di kawasan Tanjung Lesung, Banten.

Selain ketiga nama diatas, Oki Wijaya (road manager Seventeen), Ujang (kru panggung Seventeen), serta Dylan Sahara (istri Ifan 'Seventeen') juga ikut menjadi korban.(*)

Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved