Tahun Baru 2019

Tahun 2018 Disebut Tahun Bencana, Jumlah Kejadian Turun tapi Jumlah Korban Tewas Naik

Hal itu juga diakui Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

Tahun 2018 Disebut Tahun Bencana, Jumlah Kejadian Turun tapi Jumlah Korban Tewas Naik
dok.basarnas
Gambar lokasi longsor didesa Desa Donoranti, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Minggu (19/6/2016). Hingga pukul 18.00 jumlah korban dinyatakan mencapai 14 orang, 3 di antaranya sudah dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia dan 11 masih dalam pencarian. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Tahun 2018 layak mendapatkan sebutan sebagai tahun bencana mengingat begitu banyaknyak bencana alam yang terjadi di sepanjang tahun 2018 ini.

Bencana alam yang menghajar itu mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir sampai tanah longsor, yang menjadi kado pahit penutup tahun 2018 seperti terjadi di Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Senin (31/12/2018).

Hal itu juga diakui Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, 2018 merupakan tahun bencana jika melihat jumlah korban dan kerugian yang ditimbulkan dari bencana sepanjang 2018.

"Jadi tahun 2018 ini bisa saya katakan sebagai tahun bencana ditinjau dari jumlah korban dari kerugian ditimbulkannya," kata Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (31/12/2018).

"Dilihat dari jumlah korbannya, jadi 2007 sampai 2018 tahun ini adalah tahun yang terbesar bencananya yang menimbulkan korban meninggal dunia paling banyak, kerugian ekonominya juga paling besar," kata Sutopo Purwo Nugroho.

Menurut Sutopo Purwo Nugroho, dibandingkan tahun sebelumnya, pada 2018 jumlah kejadian turun sebesar 10,32%.

Namun demikian, angka tersebut merupakan data sementara.

Meskipun jumlah kejadian bencana menurun, tercatat, jumlah korban naik sebesar 984%.

Korban hilang naik sebanyak 1.972%, korban luka-luka juga naik sebesar 1.996%.

Halaman
12
Editor: Ravianto
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved