Singgung Rezim Jokowi, Habib Bahar bin Smith: Orang yang Dulu Perusahaannya Bagus Sekarang Melorot

Pada saat reuni akbar alumni 212, Habib Bahar bin Smith menyampaikan pidato soal alasan mengapa ia membuat pernyataan kontroversi tentang Jokowi.

Singgung Rezim Jokowi, Habib Bahar bin Smith: Orang yang Dulu Perusahaannya Bagus Sekarang Melorot
YouTube/Talkshow tvOne
Habib Bahar bin Smith 

"Boleh kalau saya mau kumpulkan, berapa banyak, bisa saya kumpulkan. Justru sekarang orang yang dulu senang jadi susah, orang yang dulu perusahannya bagus jadi melorot," kata Habib Bahar bin Smith.

Usai menanggapi soal kritikan untuk pemerintah, Habib Bahar bin Smith juga menjelaskan soal alasannya melontarkan kata "banci" untuk presiden.

Kepada sang pembawa acara, Habib Bahar bin Smith mengaku tidak punya masalah pribadi dengan presiden.

"Saya bilang, andaikan ketika kejadian 4/11 itu, presidennya bapak saya, ya bakal saya bilang banci. Yakni siapapun. Saya bukan masalah pribadi, bukan," kata Habib Bahar bin Smith.

"Walaupun ayah saya sendiri yang melakukan hal seperti itu, bakal saya kritik. Karena kita tidak akan membenarkan yang salah walaupun yang salah itu keluarga sendiri," ujarnya.

Lebih lanjut, Habib Bahar bin Smith pun memaparkan pihaknya akan mengambil kebaikan dari orang-orang yang tidak sejalan dengannya.

Sebab, Habib Bahar bin Smith hanya meyakini kebaikan yang ada pada orang tersebut.

"Dan (kita) tidak akan menyalahkan yang benar walaupun yang benar itu datangnya dari orang yang tidak sepaham, tidak sejalan dengan kita tapi kebaikannya kita ambil," kata Habib Bahar bin Smith.

Selain mengulas kembali soal kasus yang menjeratnya, Habib Bahar bin Smith juga memaparkan soal pilihannya di Pilpres 2019.

Meski tak secara gamblang menyebut nomor urut Capres, Habib Bahar bin Smith mengatakan akan memilih calon presiden yang diusung oleh ulama.

"Jadi saya ngikut calon presiden yang diangkat ulama," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Bareskrim Polri telah menetapkan Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka terkait kasus dugaan diskriminasi ras dan etnis.

Penetapan status tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa Habib Bahar bin Smith pada Kamis (6/11/2018).

Video ceramah Habib Bahar bin Smith dilaporkan oleh ormas Cyber Indonesia dengan sangkaan mengandung ujaran kebencian terhadap Presiden Jokowi.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Habib Bahar bin Smith belum ditahan.

Penyidik sebelumnya hanya meminta Imigrasi melakukan pencegahan bepergian ke luar negeri.

Habib Bahar bin Smith dituding telah menebar ujaran kebencian lantaran menghina Presiden Joko Widodo dengan sebutan 'banci' dalam ceramahnya.

Habib Bahar bin Smith dilaporkan dengan Pasal UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHP No 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 2008 tentang ITE, serta Pasal 207 KUHP, Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1, dan Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2).

Pada kasus lainnya, Habib Bahar bin Smith ditahan atas kasus dugaan tindak pidana secara bersama-sama melakukan kekerasan atau penganiayaan terhadap anak.

Dari kasus tersebut, polisi telah menetapkan enam orang tersangka serta tiga orang menjadi korban sekaligus pelapor. Tersangka ada yang ditahan di Polres Bogor dan di Mapolda Jabar.

 Urusan dengan Polisi Lagi, Habib Bahar bin Smith Jadi Tersangka, Kini Kasus Dugaan Penganiayaan Anak

Dugaan penganiayaan tersebut terjadi di Pondok Pesantren Tajul Alawiyin, Kampung Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor pada Sabtu (01/12/2018).

Dir Reskrimum Polda Jabar juga memaparkan di hadapan wartawan sejumlah foto-foto tindakan tersangka kepada korban serta kondisi korban pasca mengalami kekerasan dari para tersangka.

Atas perbuatannya, tersangka telah melanggar pasal 170 KUHP dan atau pasal 351 KUHP dan atau pasal 333 KUHP dan atau pasal 80 UU tahun 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun.

(Tribun Jabar/Fauzie Pradita Abbas)

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved