Ribuan Warga Purwakarta dan Sekitarnya Khusyuk Berzikir Sambut Tahun Baru

Ribuan warga zikir bersama di Tajug Gede Cilodong. Dedi Mulyadi mengatakan momen pergantian tahun harus dijadikan bahan renungan.

Ribuan Warga Purwakarta dan Sekitarnya Khusyuk Berzikir Sambut Tahun Baru
istimewa
Dedi Mulyadi saat zikir bersama di Tajug Gede Cilodong. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR,ID, PURWAKARTA - Ribuan warga menggelar zikir bersama di Tajug Gede Cilodong, Purwakarta saat malam tahun baru.

Mereka berkumpul sejak Magrib di masjid terbesar di Purwakarta tersebut. Jemaah yang sebagian besar terdiri dari warga Purwakarta itu menggelar Salat Magrib berjamaah.

Tampak hadir jemaah dari Kabupaten Karawang, Subang, dan Bekasi. Mereka tampak khusyuk melantunkan zikir yang dipimpin oleh Imam Tajug Gede Cilodong.

Ketua DKM Tajug Gede Cilodong, Dedi Mulyadi mengatakan momentum pergantian tahun harus dijadikan bahan renungan, sehingga muncul nilai-nilai reflektif atas kekurangan yang dilakukan di tahun sebelumnya.

“Tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin. Islam mengajarkan agar hari ini lebih baik dari hari kemarin. Hari esok harus lebih baik dari hari ini. Tujuan kita menebar kebaikan bagi sesama,” kata Dedi Mulyadi di hadapan jemaah yang hadir di Tajug Gede Cilodong, Senin (31/12/2018) malam.

Tajug yang terletak di Jalan Raya Bungursari, Kecamatan Bungursari, Purwakarta itu terbilang cepat berkembang. Selain pembangunan ornamen pelengkap tajug terus digenjot, perhatian warga juga semakin tertuju pada tajug tersebut.

Setiap acara yang digelar di tajug itu selalu dipadati ribuan orang. Berdasarkan informasi, tajug ini memang dimaksudkan untuk membangun perkembangan peradaban Islam di Jawa Barat.

“Zikir pada malam hari ini mendorong kita untuk bertafakur. Karena tujuan zikir adalah untuk berfikir, sehingga hubungan kita dengan Allah Swt membangun semangat untuk menebar kemanfaatan bagi umat. Hablum minallah (hubungan kepada Allah swt) dan hablum minannas (hubungan dengan manusia) terjalin beriringan,” ujar Dedi Mulyadi.

Mentafakuri Bencana Alam

Dedi Mulyadi juga mengajak semua pihak untuk menafakuri bencana alam yang kerap terjadi. Teranyar, Provinsi Banten dan Lampung dihantam tsunami besar dari Selat Sunda. Dia mengimbau agar musibah tersebut menjadi pelajaran baik secara personal maupun komunal rakyat Indonesia.

“Kita doakan agar saudara kita yang menjadi korban diberikan ketabahan. Hutan yang mulai gundul harus menjadi perhatian, artinya Allah Swt meminta kita untuk menanam. Daerah yang terdampak bencana harus menjadi perhatian, artinya Allah Swt meminta kita untuk membangun kembali daerah itu,” kata Dedi Mulyadi.

Terakhir, Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Jawa Barat itu juga memanjatkan harapan. Kata dia, tahun 2019 harus menjadi tahun harapan dan tahun kerja untuk memulihkan kondisi. Karena itu, doa agar Indonesia dijauhkan dari bencana harus terus dipanjatkan.

“Tahun 2019, semoga tidak ada lagi bencana yang melanda Indonesia,” ujar Dedi Mulyadi.

Penulis: Haryanto
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved