Penjual Terompet di Tasikmalaya Harus Gigit Jari, Tiga Hari Jualan Hanya Laku Delapan

Penjual terompet di Tasikmalaya harus gigit jari di saat pergantian tahun.

Penjual Terompet di Tasikmalaya Harus Gigit Jari, Tiga Hari Jualan Hanya Laku Delapan
Tribun Jabar/Isep Heri
Seorang penjual terompet di Tasikmalaya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Adanya imbauan untuk tidak merayakan malam pergantian tahun secara berlebihan berdampak kepada sejumlah pedagang terompet.

Hal itu dirasakan sejumlah pedagang terompet yang ada di Kota Tasikmalaya.

Hingga malam pergantian tahun sejumlah pedagang mengaku hanya bisa menjual beberapa terompet.

Maman (45) di antaranya. Pria yang tiap tahun berjualan terompet ini mengaku penjualan tahun ini menurun secara drastis.

Maman yang biasa dapat menjual hingga beberapa lusin terompet, selama dua hari terakhir hanya mampu menjual sebanyak 12 terompet.

Alhasil omzetnya pun berkurang dan bahkan belum mampu menutupi modal.

"Tahun ini (kemarin, Red) sepi parah. Biasanya keuntungan bisa mencapai sejuta sekarang mah dapet seratus juga untung. Boro-boro untung, balik modal juga enggak Pak," keluh Maman saat ditemui Tribun Jabar saat menjajakan terompet di sekitaran jalan HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, Selasa (1/1/2019) dini hari.

Agar bisa terjual, terompet yang biasanya dijual seharga Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu, dijual Rp 10 ribu.

"Yang penting kejual, sih, Pak sekarang mah, masih banyak itu paling kalau enggak kejual, ya, nunggu tahun depan disimpan dulu, mau gimana lagi," ujarnya.

Hal serupa juga dirasakan Ajat (50). Menurutnya adanya imbauan yang dikeluarkan pemerintah di malam tahun baru kali ini sangat berimbas pada penjualan terompet.

Ajat mengaku di tahun sebelumnya bisa menjual sedikitnya 5 lusin terompet. Kemarin, untuk menjual 1 lusin saja sungguh repot.

"Saya ngambil satu setengah lusin, tiga hari jualan baru kejual 8 biji Pak," kata Ajat.

Dikatakan Ajat, kondisi seperti itu hampir dirasakan oleh teman-temannya sesama penjual terompet.

Banyak di antaranya, termasuk Ajat, terpaksa menyimpan stok terompet yang tidak terjual untuk kembali dijajakan pada penghujung tahun 2019.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved