Perdagangan Manusia

Palsukan Dokumen untuk TKW, Empat Orang di Cirebon Jadi Tersangka Perdagangan Manusia

Palsukan dokumen untuk TKW, empat orang di Cirebon jadi tersangka perdagangan orang.

Palsukan Dokumen untuk TKW, Empat Orang di Cirebon Jadi Tersangka Perdagangan Manusia
Tribun Jabar/Siti Masithoh
Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto menunjukkan ijazah palsu yang dibuat tersangka, di Mapolres Cirebon, Senin (31/12/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Polres Cirebon mengungkap kasus perdagangan orang yang dilakukan oleh tersangka R, C, J, dan A.

Keempat tersangka itu biasa memalsukan sejumlah dokumen meliputi kartu keluarga, akta kelahiran, hingga ijazah.

Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto mengatakan, Polres Cirebon pengungkapan kasus perdagangan orang ini bermula dari laporan masyarakat.

"Menurut pengakuannya, mereka sudah banyak memalsukan identitas orang. Saking banyaknya, mereka sampai lupa jumlahnya," kata AKBP Suhermanto saat ditemui di Polres Cirebon, Senin (31/12/2018).

Sindikat tersebut sudah melakukan aksinya sejak beberapa tahun yang lalu.

Tanggal 27 Desember 2018, ada seseorang yang ingin bekerja menjadi TKW. Namun, karena usianya belum cukup, orang tersebut memalsukan identitasnya kepada tersangka.

"Orang tersebut memalsukan identitasnya berupa mengubah usianya menjadi di atas 17 tahun untuk memenuhi persyaratan," kata AKBP Suhermanto.

Tersangka perdagangan orang berinisial R, C, J, dan A.
Tersangka perdagangan orang berinisial R, C, J, dan A. (Tribun Jabar/Siti Masithoh)

Tersangka biasa memalsuka identitas tersebut berupa paket. Satu paketnya berbeda-beda, bisa terdiri dari ijazah, akta lahir, dan kartu keluarga.

Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 3 juta tergantung pemesanan kelengkapan data.

"Ini juga ada hologram dan stempel beberapa instansi terkait pemalsuan dokumen," kata AKBP Suhermanto.

Polres Cirebon mengamankan sejumlah barang bukti berupa laptop, printer, stempel, dan sejumlah lembar kartu keluarga dan ijazah.

Atas perbuatan tersebut, pelaku terjerat Pasal 4 Jo Pasal 6 Jo Pasal 10 Jo Pasal 19 UU RI Nomor 21 Tahun 2017 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang.

Penulis: Siti Masithoh
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved