Nenek 75 Tahun Gugat Cerai Suaminya yang Berusia 90 Tahun, 5.234 Wanita jadi Janda

Sepanjang tahun 2018 sebanyak 5.234 pasangan suami-isteri di Ciamis dan Pangandaran mengakhiri bahtera rumah tangga

Nenek 75 Tahun Gugat Cerai Suaminya yang Berusia 90 Tahun, 5.234 Wanita jadi Janda
Istimewa
Ilustrasi cerai 

Sebenarnya permohonan perkara yang masuk ke PA Ciamis selama tahun 2018 sampai tutup tahun Senin (31/12/2018) mencapai 5.871 permohonan. Namun yang dikabulkan dan diputus sebanyak 5.234 perkara.

Sebanyak 204 permohon cerai akhirnya dicabut setelah dilakukan mediasi, ditolak (15 permohon), digugur (20 permohonan, dan 6 perkara dicoret.

“Jumlah permohonan perkara yang dicabut setelah dilakukan mediasi kedua belah pihak tidak sampai 10%. Lebihnya ribuan perkara dikabulkan dan disidangkan sampai putusan,” katanya.

Adanya 5.234 perkara cerai yang diputus di PA Ciamis selama tahun 2018 karena kedua belah pihak bersikukuh untuk mengakhiri rumah tangga mereka.

“Mediasi sejak dari tingkat keluar, tokoh masyarakat,  RT/RW hingga desa/kelurahan sudah tidak mempan. Bahkan bagi PNS yang bercerai, pertimbangan dan nasihat dari atasan pun sudah tidak digubris,” ujar Anang.

Dari 5.234 perkara yang diputus di PA Ciamis selama tahun 2018 kata Anang paling banyak adalah gugat cerai dari isteri (isteri minta cerai)  yakni mencapai 3.394  perkara sedangkan cerai talak (suami mencerai isteri) hanya 1.633 perkara. Juga ada permohonan izin poligami (10 permohonan tapi yang dikabulkan Cuma 1 permohonan).


Jumlah isteri yang menggugat cerai suaminya mencapai dua kali lipat jumlah suami yang menalak isterinya. Tingginya angka gugat cerai isteri atas suaminya tersebut menurut Anang persoalan utamanya adalah persoalan klasik. Yakni masalah ekonomi.

Suaminya berpenghasilan kecil atau bahkan tidak punya pekerjaan sehingga tidak sanggup memberi nafkah keluarga. Sehingga rumah tangga goyang, sering terjadi pertengkaran. Akhirnya isterri yang sudah tidak kuat menahan beban rumah tangga memilih menggugat cerai suaminya.

“Alasan lainnya memang ada, seperti persoalan orang ketiga dan sebagainya. Tetapi pemicu utama adalah masalah ekonomi,” jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Andri M Dani
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved