Jokowi Mengaku Sudah Bikin Dua Sejarah untuk Indonesia, Apa Saja?

Hingga 2018, pemerintah rezim Jokowi telah mengucurkan anggaran sebesar Rp187 triliun untuk Dana Desa dan menurut Jokowi telah dirasakan. . .

Jokowi Mengaku Sudah Bikin Dua Sejarah untuk Indonesia, Apa Saja?
Reuters
Presiden Republik Indonesia, Jokowi 

Sedangkan sejarah kedua yang diklaim Jokowi adalah pengambilalihan 51,23 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI) oleh pemerintah Indonesia melalui PT Inalum (Persero) dari sebelumnya hanya memiliki 9,36 persen.

Seperti diketahui, Indonesia resmi jadi pemegang saham mayoritas perusahaan pertambangan asal Amerika Serikat tersebut setelah Jokowi memanggil jajaran menteri terkait bersama CEO Freeport McMoran Richard Adkerson, dan dirut PT Inalum Budi Gunadi Sadikin ke Istana Kepresidenan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Jokowi, proses pemerintah dalam menguasai saham Freeport yang sudah beroperasi di Indonesia sejak 1973, bukan suatu yang mudah karena banyaknya tekanan dari berbagai pihak. Namun, dirinya enggan merinci tekanan tersebut dari mana saja.

"Hari ini merupakan moment yang bersejarah, setelah Freeport beroperasi di Indonesia sejak 1973, dan kepemilikan mayoritas ini, kita gunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Masyarakat di Papua juga akan mendapatkan 10 persen dari saham yang ada dan tentu saja Papua dapat pajak daerahnya," kata Jokowi.

Terkait dengan pengalihan saham, Inalum telah membayar 3,85 miliar dolar AS kepada Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, untuk membeli sebagian saham FCX dan hak partisipasi Rio Tinto di PTFI.

Dengan demikian, kepemilikan 51,23 persen saham PTFI terdiri dari 41,23 persen untuk Inalum dan 10 persen untuk Pemerintah Daerah Papua.

Saham Pemerintah Daerah Papua akan dikelola oleh perusahaan khusus PT Indonesia Papua Metal dan Mineral (IPMM) yang 60 persen sahamnya akan dimiliki oleh Inalum dan 40 persen oleh BUMD Papua.

"Terakhir, untuk hal berkaitan dengan lingkungan, berkaitan smelter, semuanya juga telah terselesaikan dan sudah disepakati. Artinya semuanya sudah kumplit, tinggal bekerja saja," kata Jokowi.

Klarifikasi Isu

Menjelang pelaksanaan Pilpres 2019 yang berlangsung pada April 2019, Jokowi yang merupakan calon presiden petahana dan berpasangan dengan calon wakil presiden Maruf Amin, sibuk mengklarifikasi berbagai isu.

Halaman
1234
Penulis: Fauzie Pradita Abbas
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved