Tsunami di Selat Sunda

Video Letusan Dahsyat Gunung Anak Krakatau Dua Bulan Sebelum Tsunami di Selat Sunda

Mulai memperlihatkan aktivitasnya sejak Juni 2018, erupsi Gunung Anak Krakatau ditengarai jadi pemicu tsunami di Selat Sunda, Sabtu (22/12/2018) lalu.

Video Letusan Dahsyat Gunung Anak Krakatau Dua Bulan Sebelum Tsunami di Selat Sunda
capture youtube@VolcanoDiscovery
Letusan Gunung Anak Krakatau, 17 Oktober 2018. 

Pada saat tidak ada letusan, puncak Gunung Anak Krakatau tidak terlihat lagi, dan terpantau lebih rendah daripada Pulau Sertung.

"Di dalam foto yang kita ambil dari Pos Pasuruan itu bahkan tingginya tidak melebihi dari background Pulau Setung. Padahal yang kemarin kan sangat tinggi," jelas Antonius Ratdomopurbo.

Berkurangnya tinggi Gunung Anak Krakatau diperkirakan karena adanya proses rayapan tubuh gunung api disertai laju erupsi yang tinggi pada 24-27 Desember 2018.

Sepanjang 2018 Aktivitas Gempa Meningkat

Aktivitas gempa selama 2018 di Indonesia peningkatannya hampir dua kali lipat dibandingkan aktivitas gempa pada 2017.

Bagimana gempa 2019? Ilmu pengetahun belum bisa memprediski secara presisi kejadian gempa.

Ada informasi yang beredar melalui media sosial Facebook yang menyebutkan pada Senin, 31 Desember 2018, bakal terjadi gempa dan tsunami.

Kepala Bagian Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Taufan Maulana menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar atau hoaks.

"Saya pastikan hoaks," kata Taufan saat dihubungi Kompas.com, Kamis (27/12/2018) pagi.

Taufan menyampaikan, hingga saat ini belum terdapat teknologi yang dapat mengetahui kapan akan terjadi gempa bumi secara pasti dan tepat.

Erupsi G Anak Krakatau pada 21/6/2018
Erupsi G Anak Krakatau pada 21/6/2018 (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana)
Halaman
1234
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved