Tsunami di Selat Sunda

Video Letusan Dahsyat Gunung Anak Krakatau Dua Bulan Sebelum Tsunami di Selat Sunda

Mulai memperlihatkan aktivitasnya sejak Juni 2018, erupsi Gunung Anak Krakatau ditengarai jadi pemicu tsunami di Selat Sunda, Sabtu (22/12/2018) lalu.

Video Letusan Dahsyat Gunung Anak Krakatau Dua Bulan Sebelum Tsunami di Selat Sunda
capture youtube@VolcanoDiscovery
Letusan Gunung Anak Krakatau, 17 Oktober 2018. 

Analilis Gunung Anak Karakatau masih aktif dan berpotensi membangkitkan tsunami itu disampaikan Kepala BMKG Prof Dwikorita Karnawati, sejam lalu, melalui teitternya, Sabtu (29/12/2018).

Prof Dwikorita Karnawati memberikan keterangan Gunung Anak Krakatau masih aktif dan berpotensi membangkitkan tsunami berdasarkan hasil pemotretan udara oleh TNI AU.

Gunung Anak Krakatau belakang sangat aktif dan erupsi. Semburan abu vulkaniknya mencapai 10 kilimeter, menupui pulau-pulau di sekitar, termasuk Pulau Sebesi.

Guntur dan kilatan erupsi yang mengerikan, mengakibatkan warga yang tinggal di Pulau Sebesi minta dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Gempa vulkanik dari Gunung Anak Krakatau ini sebelumnya menyebabkan terjadinya tsunami di Selat Sunda.

Ratusan orang yang sedang beraktivitas di pantai menjadi korban meninggal dunia. Di antaranya ada pentolan grup band Seventeen, preseten Aa Jimmy dan keluarganya, dan warga yang tinggal di dekat pantai.


Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Badan Geologi Nasional, Antonius Ratdomopurbo mengungkapkan bahwa tinggi Gunung Anak Krakatau berkurang karena longsoran setelah mengalami erupsi.

"Kita melihat kondisi kemarin sore itu terkonfirmasi bahwa Gunung Anak Krakatau itu tingginya yang semula 338 meter sekarang ini ya kira-kira hanya 110 meter," ujar Antonius Ratdomopurbo di Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (29/12/2018).

 Erupsi Anak Krakatau Diprediksi Tak Akan Sebesar Erupsi Tahun 1883, Begini Penjelasan Sutopo

 Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Pulau Sebesi Dikosongkan

Berdasarkan pengamatan secara visual pada 28 Desember pukul 00.00-12.00 WIB, tinggi asap letusan Gunung Anak Krakatau mencapai 300 meter dari atas puncak kawah.

Sementara abu vulkaniknya ke arah timur laut.

Pada pukul 14.18 WIB, Sabtu (28/12/2018), asap letusan tidak berlanjut.

Halaman
1234
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved