Panjang Lebar Fadli Zon Kritik Arah Politik Luar Negeri Pemerintah Indonesia Rezim Jokowi di Twitter

Menurut Fadli Zon, nama Indonesia tak terdengar sama sekali pada kasus pelanggaran HAM yang dialami suku muslim Uighur dan juga etnis Rohingya.

Kolase Tribun Jabar/Wartakota/Tribunnews
Presiden Jokowi dan Fadli Zon 

TRIBUNJABAR.ID - Wakil Ketua DPR RI yang juga adalah Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon kembali melontarkan kritikannya terhadap pemerintahan Indonesia rezim Joko Widodo alias Jokowi.

Adapun Fadli Zon mengaku telah mencatat poin-poin minus di masa tahun terakhir kepemimpinan presiden Jokowi. Hal itu ia beberkan di akun twitter pribadinya @fadlizon.

Menurut Fadli Zon, arah politik luar negeri Indonesia pada rezim Jokowi dinilai semakin memudar.

"Memasuki tahun terakhir kepemimpinan Presiden @jokowi, arah politik luar negeri Indonesia dinilai bukan semakin jelas namun justru semakin memudar. Baik itu pada pilar keamanan dan perdamaian, diplomasi ekonomi, dan juga diplomasi maritim," tulis Fadli Zon, Senin (31/12/2018).

"Saya mencatat sepanjang 2018 ini, terdapat tiga pilar penting yang perlu mendapatkan catatan serius dalam politik luar negeri kita. Tiga pilar itu pilar keamanan dan perdamaian, diplomasi ekonomi, dan pilar diplomasi maritim," lanjut Fadli Zon.

Selain itu, menurut Fadli Zon, fokus politik luar negeri Indonesia pada rezim Jokowi tidak menunjukkan adanya perkembangan yang progresif, justru disebutnya malah semakin memudar.

"Sebagai fokus politik luar negeri Presiden Jokowi, ketiga pilar tersebut (keamanan dan perdamaian, diplomasi ekonomi, dan pilar diplomasi maritim) bukannya menunjukkan perkembangan progresif, namun justru menunjukkan arah semakin memudar," kata Fadli Zon.

"Pada pilar keamanan dan perdamaian, catatan saya di paruh pertama 2018, kita cukup bergembira dengan Indonesia terpilih anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020. Namun ironisnya, peran tersebut memudar," katanya lagi.

Sementara itu, dalam cuitannya di twitter, Fadli Zon juga menyinggung soal kasus pelanggaran HAM yang dialami suku etnis Rohingya di Myanmar dan muslim Uighur di xinjiang, China.

Menurut Fadli Zon, nama Indonesia tak terdengar sama sekali pada kasus pelanggaran HAM yang dialami suku muslim Uighur dan juga etnis Rohingya di Myanmar.

"Terutama dalam isu pelanggaran HAM yg dialami etnis Rohingya di Myanmar dan muslim Uighur di Xinjiang, di mana tidak terdengar suara Indonesia sama sekali," kata Fadli Zon.

Halaman
1234
Penulis: Fauzie Pradita Abbas
Editor: Indan Kurnia Efendi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved