Breaking News:

Persib Bandung

Eka Ramdani Gantung Sepatu, Persib Jadi Tim Pertama dan Terakhir dalam Kariernya

Eka Ramdani memutuskan gantung sepatu, setelah habis kontraknya dengan Persib Bandung di musim ini

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Ichsan
TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA
Eka Ramdani 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Persib Bandung menjadi tim yang paling berjasa bagi Eka Ramdani selama kariernya di dunia sepak bola.

Eka Ramdani memutuskan gantung sepatu, setelah habis kontraknya dengan Persib Bandung di musim ini, Persib menjadi tim pertama yang diperkuat Eka dalam karier sepak bola profesionalnya, sekaligus tim terakhir dibelanya sebelum pensiun

Eka mengaku, tim yang paling berjasa pastinya Persib, karena memang selama ini sangat berjasa baginya.

"Dalam artian saya sekolah di Bandung meniti karier sepak bola di Bandung, masuk Persib junior hingga senior," ujar Eka saat dihubungi melalui telepon selulernya, Sabtu (29/12/2018).

Menurut Eka, tim yang berjasa, yakni yang membuat pemain tersebut menjadi menjadi bagus dari awal kariernya.

"Kalau misalkan kita pindah ke klub lain lalu bagus di tim lain, saya pikir itu tergantung usaha pemain dalam latihan, kerja kerasnya bagaimana dan kita terus berevolusi," ujar pemain Persib bernomor punggung 80 ini.

Ini 8 Kasus Kriminal Menonjol di Kota Bandung, Kasus Pertama Korbannya Ustaz

Eka memaparkan, kalau bicara tim paling berjasa baginya, ya Persib, dulu karena Persib ia bisa merasakan mengenakan jersey tim nasional.

"Yang pertama kali mempromosikan pertama kali bermain di Liga juga Persib," ucapnya.

Dibalik kesuksesan Eka dalam sepak bola tentu ada sosok pelatih yang berjasa baginya. Eka mengaku, banyak pelatih yang berjasa baginya.


"Tapi kalau ditanya yang paling berpengaruh bagi saya pribadi, Pak Budi di SSB UNI. Terakhir dapat kabar beliau pindah ke Bogrt, sempat bertemu di Liga 2007-2008, di Bogor," ujarnya.

Menurut Eka, dia paling berjasa, bisa dipanggil Persib juga karena dia. Budi, menurut Eka, pelatih SSB, tapi ia melatihnya secara khusus karena Eka tinggal di mes dan pelatihnya juga tinggal di mes setiap pagi membangunkan Eka untuk latihan.

"Latihannya bisa dari jam 5 sampai setengah 6 atau jam 6, dia genjot terus tendangan ke gawang, tendangan bebas, itu semua Pak Budi yang ngajarin saya. Jadi dia yang paling berjasa bagi pribadi saya," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved