Dapat Hibah 21 Bus, Wali Kota Bekasi Senang, "Nanti Tidak Lagi Terpaku Pada Angkot"

Pemkot Bekasi menerima 21 bus rapid transit dari Kementrian Perhubungan melalui Dishub Jabar.

Dapat Hibah 21 Bus, Wali Kota Bekasi Senang,
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Kadishub Jabar Dedi Taufik menyerahkan 21 bus rapid transit (BRT) kepada Pemkot Bekasi yang langsung diterima oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Kota Bekasi, menerima hibah 21 bus rapid transit (BRT) atau bus tiga per empat dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat.

Menurut pantauan Tribun Jabar, Sabtu (30/12/2018) sore di Kantor UPTD ASD Wilayah Dishub Jawa Barat, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, 21 bus hibah tersebut terdiri atas 20 unit bus umum dan satu bus sekolah.

Bus diserahkan langsung oleh Kepala Dishub Jawa Barat, Dedi Taufik dan diterima langsung oleh Walikota Bekasi Rahmat Effendi. Penyerahan disaksikan oleh petugas dari Dishub Kota Bekasi.

Rahmat Effendi mengatakan dengan adanya hibah 21 bus dari pemerintah pusat diharapkan Transjakarta dan Transpatriot Bekasi dapat terintegrasi untuk tetap melayani masyarakat, baik secara regional atau daerah.

"Mudah-mudahan terus diberikan perhatian dalam rangka mengurai kemacetan," kata Rahmat Effendi di Kantor UPTD ASD Wilayah Dishub Jawa Barat, Sabtu (29/12/2018).

Rahmat Effendi menambahkan, Kota Bekasi adalah satu di antara kota metropolitan di Indonesia, sehingga nantinya tidak lagi terpaku dengan angkutan kota (angkot). Namun akan ditingkatkan menggunakan bus ukuran tiga per empat hingga berukuran besar.

Rahmat Effendi menambahkan, adanya hibah bus ini pun perlu dilakukan perbaikan jalan dan pembenahan sejumlah infrastruktur penunjang.

"Sebelumnya kami memiliki sembilan, ditambah adanya bus ini menjadi 30," kata Rahmat Effendi.

Dedi Taufik mengatakan, hibah bus tersebut merupakan upaya membangun konektivitas infrastruktur transportasi. Bus itu berasal dari bantuan pemerintah pusat serta provinsi.

"Kota Bekasi ini bukan sekadar penyangga ibu kota, tapi sudah berkembang dan ke depannya akan menjadi penyeimbang ibu kota atau mitra, maka dari itu konektivitas harus jelas," kata Dedi Taufik.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved