Tsunami di Selat Sunda

Tinggi Gunung Anak Krakatau Tinggal 100 Meter dari 338 Meter, Lenyap Gara-gara Letusan Kemarin

Berdasarkan pengamatan secara visual pada 28 Desember pukul 00.00-12.00 WIB, tinggi asap letusan Gunung Anak Krakatau mencapai 300 meter dari atas pun

Tinggi Gunung Anak Krakatau Tinggal 100 Meter dari 338 Meter, Lenyap Gara-gara Letusan Kemarin
Dokumentasi Polairud Polres Lamsel/ tribun lampung
Gunung Anak Krakatau terpantau menyemburkan awan panas yang bergerak ke arah selatan, Senin (22/12/2018). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Sekretaris Badan Geologi Nasional, Antonius Ratdomopurbo mengungkapkan bahwa tinggi Gunung Anak Krakatau berkurang karena longsoran setelah mengalami erupsi.

"Kita melihat kondisi kemarin sore itu terkonfirmasi bahwa Gunung Anak Krakatau itu tingginya yang semula 338 meter sekarang ini ya kira-kira hanya 110 meter," ujar Purbo di Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (29/12/2018).

Berdasarkan pengamatan secara visual pada 28 Desember pukul 00.00-12.00 WIB, tinggi asap letusan Gunung Anak Krakatau mencapai 300 meter dari atas puncak kawah.

Sementara abu vulkaniknya ke arah timur laut.

Pada pukul 14.18 WIB, Sabtu (28/12/2018), asap letusan tidak berlanjut.

Pada saat tidak ada letusan, puncak Gunung Anak Krakatau tidak terlihat lagi, dan terpantau lebih rendah daripada Pulau Sertung.

"Di dalam foto yang kita ambil dari Pos Pasuruan itu bahkan tingginya tidak melebihi dari background Pulau Setung. Padahal yang kemarin kan sangat tinggi," jelas Purbo.

Berkurangnya tinggi Gunung Anak Krakatau diperkirakan karena adanya proses rayapan tubuh gunung api disertai laju erupsi yang tinggi pada 24-27 Desember 2018.

Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved