Selama 2018, Angka Kecelakaan dan Pelanggaran Lalu Lintas Meningkat di Kota Tasikmalaya

Febry juga merinci jumlah korban luka berat yang tercatay mengalami penurunan signifikan yaitu hanya 1 orang dari 25 orang di tahun sebelumnya.

Selama 2018, Angka Kecelakaan dan Pelanggaran Lalu Lintas Meningkat di Kota Tasikmalaya
Tribun Jabar/ Isep Heri
AKBP Febry Kurniawan Ma'ruf saat menggelar pers rilis, Sabtu (29/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Selama 2018, Satuan lalu lintas Polres Tasikmalaya Kota mencatat kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas meningkat.

Berdasarkan data yang dibacakan Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Febry Kurniawan Ma'ruf saat menggelar pers rilis, Sabtu (29/12/2018) di Mapolresta, jumlah kejadian laka lantas tahun ini sebanyak 286 kejadian.

Jumlah tersebut dikatakan Febry mengalami kenaikan sebesar 5 persen dari tahun sebelumnya.

"Seiring naiknya jumlah kasus laka lantas, jumlah korban meninggal dunia juga mengalami kenaikan, tahun 2017 jumlah korban meninggal dunia sebanyak 107 orang, tahun 2018 ini tercatat 119 orang meninggal dunia atau naik sebanyak 11 persen," kata Febry.


Febry juga merinci jumlah korban luka berat yang tercatay mengalami penurunan signifikan yaitu hanya 1 orang dari 25 orang di tahun sebelumnya.

"Sedangkan korban luka ringan mengalami kenaikan sebanyak 9 persen dari 270 orang menjadi 293 orang," tambahnya.

Kemudian, kerugian materil dari peristiwa laka lantas pada tahun ini mengalami penurunan sebanyak 68 persen.

Aa Gym Turut Berduka, Tawarkan Jadi Orangtua Asuh Anak Aa Jimmy, Sekolah di Daarut Tauhid Gratis

"Pada 2017 kerugian materiil ditaksir sebesar Rp 587.400.000 sedangkan pada tahun 2018 kerugian materiil sebesar Rp.188.300.000," tuturnya.

Dia melanjutkan, catatan satuan lalu lintas mengenai pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota tahun ini juga meningkat sebanyak 9,7 persen.

"Pada aspek pelanggaran Lalu Lintas, Satuan Lalu Lintas mencatat bahwa jumlah pelanggaran pada tahun 2018 adalah sebanyak 41.211 pelanggaran," lanjut Febry.

Mayoritas pelanggar adalah pengendara sepeda motor rentang usia 21-30 tahun.

"Jenis pelanggaran diseputar kelengkapan kendaraan, masih banyak yang tidak memperhatikan keselamatan, masih banyak yang tidak mengenakan helm dan tidak ada spion," ujarnya.

Febry berharap di tahun yang akan datang kesadaran masyarakat terhadap keselamatan dan ketertiban berlalu lintas bisa lebih baik. Sehingga angka pelanggaran ataupun angka kecelakaan bisa ditekan semaksimal mungkin.

Akan Pasang Alat Deteksi Tsunami, Ini yang Akan Dilakukan Lebih Dulu oleh BPPT

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved