Ada Anomali Misterius, Medan Magnet Bumi Terus Melemah, Para Ilmuwan Masih Kebingungan

Peristiwa anomali misterius yang dimaksud para peneliti adalah medan magnet yang terus melemah. Bagian dari pola yang bertahan dari 1.000 tahun

Ada Anomali Misterius, Medan Magnet Bumi Terus Melemah, Para Ilmuwan Masih Kebingungan
bbc
Prakiraan wajah bumi 250 juta tahun yang akan datang 

Anomali misterius di wilayah tersebut membuat medan magnet bumi di sekitarnya sangat lemah.

Hal ini sangat berbahaya bagi satelit Bumi untuk memasukinya, karena radiasi tambahan yang dilewati bisa mengganggu elektronik mereka.

"Kami telah mengetahui selama beberapa waktu bahwa medan magnet Bumi telah berubah, tetapi kami tidak benar-benar tahu apakah ini tidak biasa untuk wilayah ini pada skala waktu yang lebih lama atau apakah itu normal," ungkap Vincent Hare, fisikawan dari University of Rochester dikutip dari Science Alert, Kamis (27/12/2018).

Salah satu alasan mengapa para ilmuwan tidak tahu banyak tentang sejarah magnetik wilayah Bumi ini adalah karena tidak memiliki apa yang disebut data arkeomagnetik.

Data itu merupakan bukti fisik magnetisme di masa lalu Bumi, yang tersimpan dalam peninggalan arkeologis dari zaman lampau.

Ritual Kebudayaan Satu peninggalan masa silam semacam itu milik sekelompok orang Afrika kuno, yang tinggal di Lembah Sungai Limpopo - berbatasan dengan Zimbabwe, Afrika Selatan, dan Botswana. Wilayah ini termasuk dalam Anomali Atlantik Selatan.

Sekitar 1.000 tahun yang lalu, di wilayah itu, orang-orang Bantu menjalankan ritual takhayul yang rumit di masa-masa sulit lingkungan.

Selama masa kekeringan, mereka akan membakar gubuk-gubuk tanah liat dan tempat biji-bijian, dalam upacara pembersihan suci untuk membuat hujan datang lagi.

Ritual ini kemudian menjadi bahan kajian para ilmuwan saat ini.

"Ketika Anda membakar tanah liat pada suhu yang sangat tinggi, Anda benar-benar menstabilkan mineral magnetik, dan ketika mereka mendinginkan dari suhu yang sangat tinggi ini, mereka mengunci catatan medan magnet bumi," kata ahli geofisika John Tarduno yang termasuk dalam tim peneliti.

Halaman
1234
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved