Para Pengungsi Khawatirkan Keamanan Rumah yang Ditinggal, Warga dan Aparat Berjaga Cegah Pencurian

Guna mengamankan kondisi rumah warga, Mulyadi menyebut pihaknya dan aparat TNI terus berjaga di sekeliling rumah warga yang kosong.

Para Pengungsi Khawatirkan Keamanan Rumah yang Ditinggal, Warga dan Aparat Berjaga Cegah Pencurian
Tribunnews/Jeprima
Foto udara suasana Desa Sambolo setelah diterjang tsunami Selat Sunda Pandeglang, Banten, Senin (24/12/2018). 

TRIBUNJABAR.ID, BANTEN - Pasca bencana tsunami di Selat Sunda, Kepala Desa Panimbangjaya, Pandeglang, banten, Mulyadi, menyebut banyak pengungsi yang merasa waswas dengan keamanan rumah mereka yang ditinggalkan selama mengungsi.

"Mereka pulang lalu biasa siang mengecek rumah, kalau-kalau ada yang memanfaatkan situasi seperti ini kita jaga-jaga," kata Mulyadi, dilansir dari Tribunnews.com, Jumat (28/12/2018).

Mulyadi menjelaskan sebanyak 426 pengungsi yang berada di kantornya berasal dari beberapa kampung.

Diantaranya, kampung Sinar Laut, Neglasari, Sinansari, Lelang Baru, dan Lelang Lama.

"Mereka berada di bibir pantai dengan radiusnya mungkin 30 atau 20 meter dari bibir pantai, lumayan dekat lah," ujar Mulyadi.

Sementara Wulyadi menjelaskan, bila warga di Desa Panimbangjaya sebagian besar rumah warga rata dengan tanah.

Namun ia belum bisa memastikan jumlah kerugian materil akibat rumah yang rusak maupun hancur dengan tanah.

Guna mengamankan kondisi rumah warga, Mulyadi menyebut pihaknya dan aparat TNI terus berjaga di sekeliling rumah warga yang kosong ditinggal penghuninya.

Ifan Seventeen Mengaku Masih Merasa Istrinya Belum Meninggal, Kadang Menunggu di Depan Pintu

"Masih rawan, karena mereka trauma juga mungkin ya jadi mereka khawatir terjadi lagi siap siaga dari TNI," ujar Mulyadi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, hingga Rabu (26/12/2018), jumlah korban meninggal dunia terus bertambah.

“Data sementara dampak bencana tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda hingga Rabu (26/12) tercatat 430 orang meninggal dunia, 1.495 orang luka-luka, 159 orang hilang, dan 21.991 orang mengungsi,” ujar Sutopo di Graha BNPB, Pramuka, Jakarta Timur, Rabu (26/12).

Sementara itu kerugian fisik akibat tsunami meliputi 924 unit rumah rusak, 73 unit hotel dan villa rusak, 434 unit perahu dan kapal rusak, 60 unit warung serta toko rusak, dan puluhan kendaraan rusak.

Sampah di Cimahi Kerap Menumpuk, DLH Kota Cimahi Tambah 44 Gerobak dan 29 Motor Pengangkut Sampah

Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved