Lion Air JT 610 Jatuh

Cari Sendiri 64 Korban Lion Air PK-LQP yang Belum Ditemukan, Keluarga Gelontorkan Dana Rp 64 Juta

Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP yang tergabung dalam JT610 Family menggelontorkan dana Rp 132 juta.

Cari Sendiri 64 Korban Lion Air PK-LQP yang Belum Ditemukan, Keluarga Gelontorkan Dana Rp 64 Juta
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Keluarga penumpang Lion Air PK-LQP di KRI Banda Aceh 593 melaksanakan doa bersama dan tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat di sekitar perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa (6/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP yang tergabung dalam JT610 Family menggelontorkan dana Rp 132 juta untuk melakukan pencarian secara swadaya terhadap 64 korban yang belum ditemukan di Tanjung Karawang, Jumat (28/12/2018).

Mereka sengaja menyewa kapal cepat Princess 66 untuk berangkat dari Dermaga 22 Marina Ancol menuju ke lokasi jatuhnya pesawat di perairan Tanjung Karawang.

"Sekali ke lokasi kita (keluarkan biaya) sekitar Rp 132 juta. Urunan dari 64 keluarga (korban yang belum teridentifikasi)," kata seorang perwakilan keluarga korban, Engki Bocana, di Dermaga 22.

Selain kapal cepat, mereka juga membawa serta delapan orang penyelam profesional berjumlah delapan orang. Masing-masing penyelam diberi upah Rp 3,5 juta.

Keluarga penumpang Lion Air PK-LQP di KRI Banda Aceh 593 melaksanakan doa bersama dan tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat di sekitar perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa (6/11/2018).
Keluarga penumpang Lion Air PK-LQP di KRI Banda Aceh 593 melaksanakan doa bersama dan tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat di sekitar perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa (6/11/2018). (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Engki menuturkan, biaya yang dikeluarkan untuk pencarian secara swadaya ini didapatkan dari urunan 64 keluarga korban yang belum teridentifikasi.

Menurut Engki, JT610 Family tidak mematok biaya yang harus dikeluarkan masing-masing keluarga.

"Patungan, tidak ditentukan angkanya berapa tapi sesuai dengan kesanggupan masing-masing. Kami mengumpulkan uang dan udah terkumpul jalan kita," ucap Engki.

Merasa Dikhianati, Bos Lion Air Siapkan Dokumen Pembatalan Pemesanan Pesawat Boeing

Engki menyatakan pencarian langsung dan secara swadaya ke Tanjung Karawang oleh pihak keluarga korban yang belum ditemukan baru dilakukan hari ini.

Sebelumnya, mereka sudah pernah melakukan pencarian yang juga secara swadaya.

Namun, upaya pencarian hanya di sepanjang pesisir pantai yang disinyalir menjadi tempat bermuaranya body parts maupun properti keluarga korban.

Keluarga penumpang Lion Air PK-LQP di KRI Banda Aceh 593 melaksanakan doa bersama dan tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat di sekitar perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa (6/11/2018).
Keluarga penumpang Lion Air PK-LQP di KRI Banda Aceh 593 melaksanakan doa bersama dan tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat di sekitar perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa (6/11/2018). (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

"Ke tengah laut baru hari ini. Sebelumnya kita sisir di mana muara-muara pusaran air dari arah angin ke arah timur ke arah pantai Pakis sama Cirebon," katanya.

Engki menambahkan pihak keluarga bakal terus melakukan pencarian secara swadaya sampai jangka waktu yang belum bisa ditentukan.

"Kami walaupun nggak dibiayain Lion Air untuk mencari kami swadaya keluarga korban aja kami tetap akan cari. Sampe ketemu akan kami cari," katanya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Keluarga Gelontorkan Rp 132 Juta Cari Sendiri 64 Korban Lion Air PK-LQP di Tanjung Karawang."

Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved