Breaking News:

Persentase Keluarga Berencana di Purwakarta Meningkat, Melampaui Target Capaian

Capaian persentase itu pun diklaim telah melampaui target yang ditentukan sebelumnya, yaitu 68 persen.

Penulis: Haryanto | Editor: Seli Andina Miranti
shutterstock
Keluarga Berencana. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA -Hingga akhir tahun 2018, keikutsertaan masyarakat mengenai program keluarga berencana (KB) mencapai 78 persen.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Purwakarta Nurhidayat saat ditemui di Komplek Pemda Purwakarta, Nagri Tengah, Purwakarta, Kamis (27/12/2018).


Capaian persentase itu pun diklaim telah melampaui target yang ditentukan sebelumnya, yaitu 68 persen.

"Keikutsertaan KB di Purwakarta 78 persen dari jumlah penduduk wajib KB usia produktif sebanyak 250 ribu. Padalah keikursertaan KB di tahun lalu menurun," ucap Nurhidayat.

Selain mengungkapkan capaian program KB, Nur pun terus menjalin kedekatan dengan cara silaturahmi bersama para kader KB.

Mulai dari penyuluh, petugas lapangan KB (PLKB), pos KB dan sub pos KB dikumpulkan untuk evaluasi.

Ungkap Adanya Praktek Rental Sabu jadi Prestasi BNN Kota Tasikmalaya Tahun Ini

Jumlah keseluruhan kader KB yang dimiliki kedinasan tersebut berjumlah 676 orang.

"Dalam rangka temu kader untuk evaluasi program 2018 dan konsolidasi untuk program lanjutan di 2019," ujarnya.

Dirinya menjelaskan bahwa sejauh ini, di Purwakarta, pelaksanaan progam KB baru sebatas KB jangka pendek seperti KB suntik dan pil.

Oleh karena itu, kedepannya direncanakan akan mensosialisasikan serta memberlakukan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

MKJP itu biasanya menggunakan KB susuk alias KB implan dan KB spiral (IUD), yang memiliki ketahanan lebih panjang dibandingkan KB Suntik atau pil.

Peningkatan program KB kedepan untuk menstabilkan tekanan penduduk antar wilayah kota dan desa. Ujung tombak program KB ada di tangan para kader penyuluh di lapangan.

"Komunikasi kader dengan masyarakat harus terus dilakukan, dengan memakai bahasa kedaerahan. Makanya kami undang Dedi Mulyadi seorang budayawan, yang baik dalam berkomunikasi," kata dia menambahkan.

Hadapi Persaingan Global, Eddy Soeparno: Kita Harus Jadi Manusia yang Unggul

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved