Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi Buka Suara Terkait Penangkapan Orang Dalam PSSI

Internal PSSI di bawah pimpinan Edy Rahmayadi saat ini bak ditelanjangi oleh Satgas Anti Mafia Bola bentukan Polri.

Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi Buka Suara Terkait Penangkapan Orang Dalam PSSI
MUHAMMAD ROBBANI/BOLASPORT.COM
Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi pada acara kerja sama PSSI-BRI, Rabu (1/8/2018). 

TRIBUNJABAR.ID, MEDAN - Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi siap dan akan menghormati serta mengikuti seluruh proses yang dilakukan oleh Satgas Anti Mafia Bola.

Internal PSSI di bawah pimpinan Edy Rahmayadi saat ini bak ditelanjangi oleh Satgas Anti Mafia Sepak Bola bentukan Polri.

Situasi itu tak lepas dari ditetapkannya tiga tersangka yang merupakan orang-orang dalam jajaran Federasi Sepak Bola Indonesia itu.

Edy Rahmayadi mengungkapkan komitmennya itu sebagai salah satu upaya pembersihan dalam institusi yang dipimpinnya.

"PSSI akan selalu berkoordinasi dengan Kepolisian Republik Indonesia terkait masalah ini," kata Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi.

"Kami mendukung dan tetap komitmen untuk menyelesaikan masalah match fixing atau pun match manipulation. Kami akan ikuti semua proses hukumnya," tutur Edy.

Tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu adalah Johar Lin Eng selaku anggota Exco PSSI sekaligus Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah.

Selain Johar, ada pula nama-nama seperti Anik dan Priyanto.

Keduanya ditangkap dan telah ditahan di Polda Jawa Tengah sebelum nantinya digelandang ke Jakarta.

Terkait staus Johar, Edy Rahmayadi tak bisa berkata-kata lagi selain berserah kepada pihak kepolisian.

"Terkait status Pak Johar, kami menyerahkan penuh pemeriksaan kepada kepolisian," ujar Edy, menambahkan.

Tak hanya itu, PSSI juga menghargai proses pengusutan yang dilakukan oleh semua pihak yang berkerja sama dalam pengungkapan kasus ini, termasuk Komite Disiplin.

Edy berharap, semua proses ini dapat segera menemukan titik terang dan selesai dengan hasil yang memuaskan.

Tujuannya demi tercipta kompetisi yang sehat dan muaranya ke timnas Indonesia.

"PSSI juga menghargai proses pemeriksaan yang dilakukan Komite Disiplin terkait semua kasus pengaturan skor dan lain-lain," tutur pria yang juga merupakan Gubernur Sumatra Utara ini.

Selain itu, dari internal PSSI juga tengah menyiapkan tim Ad Hoc sinergi integritas.

Awal Januari 2019, PSSI juga akan merencanakan pertemuan dengan Kepolisian RI dengan mengundang FIFA untuk membicarakan langkah strategis.

Editor: Ravianto
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved