Dua Lagi Tersangka Pengaturan Skor Akan Dibawa ke Jakarta

Dari 11 saksi yang diperiksa terkait kasus pengaturan skor sepakbola Indonesia tiga di antaranya sudah dinaikan statusnya menjadi tersangka.

Dua Lagi Tersangka Pengaturan Skor Akan Dibawa ke Jakarta
(KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin (12/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Sepak Bola sejauh ini sudah berjalan sangat efektif.

Dari 11 saksi yang diperiksa terkait kasus pengaturan skor sepakbola Indonesia tiga di antaranya sudah dinaikkan statusnya menjadi tersangka.

“Dalam perkembangan waktu, kita ada laporan polisi yang dilaporkan kepada Polda Metro Jaya oleh saudari LI (Lasmi Indriyani) dia melaporkan ada kegiatan- kegiatan yang dirasa tidak pas di persepakbolaan dalam liga 3 dan 2 di daerah jawa tengah itu,” kata Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Kamis (27/12/2018).

“Jadi dari Polda Metro Jaya dan tim satgas anti mafia bola kita bekerja untuk ke kota-kota di daerah Jawa Tengah. "

"Kemudian kita sudah memeriksa beberapa saksi ada sekitar 11 yang sudah kita lakukan pemeriksaan kemudian tanggal 24 Desember dari keterangan saksi itu kita gelar perkara, untuk menentukan naik sidik."

"Setelah itu tim bergerak ke daerah Semarang di sana kita melakukan penangkapan terhadap pelaku inisial P kemudian penyidik juga ada melakukan penangkapan di daerah Pati berinisial A."

Kombes Pol Argo Yuwono pun menambahkan bahwa dua pelaku tersebut akan segera diterbangkan ke Jakarta.

Sementara itu, satu tersangka lainnya adalah anggota Exco PSSI Johar Lin Eng yang baru tadi pagi ditangkap Satgas Anti Mafia Bola saat tiba di Bandara Halim Perdanakusuma.

“Setelah melakukan penangkapan, kemudian berkembang dan menangkap tersangka J (Johar) itu. Untuk tersangka J ini dia terbang dari Solo menuju Jakarta tapi setelah kita cek boarding pass nya namanya beda namanya menggunakan Jasmanj,” kata Kombes Pol Argo Yuwono.

Kasus ini mulai menguap saat program Mata Najwa membahas mengenai mafia sepakbola Indonesia yang berperan dalam pengaturan skor.

Puncaknya saat Mata Najwa kembali mengadakan jilid 2 dan mengundang korban pengaturan skor yakni Bupati Bajarnegara, Budhi Warsono beserta anaknya Lasmi Indrayani yang menjadi manajer Persibara Banjarnegara.

Di program tersebut mereka membeberkan mekanisme pengaturan skor dan nama-nama orang yang terlibat langsung salah satunya Johar Lin Eng.

Nama Johar Lin Eng dikatakan Bupati Banjarnegara Budhi Warsono dan Lasmi Indrayani sempat meminta uang Rp 500 juta untuk menjadi tuan rumah fase gugur Liga 3.

Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved