Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Belum Ganggu Penerbangan

Menhub Budi Karya Sumadi melanjutkan, operasional Bandara Soekarno-Hatta dan pelabuhan Merak-Bakauheni masih berjalan normal.

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Belum Ganggu Penerbangan
Dokumentasi Polairud Polres Lamsel/ tribun lampung
Gunung Anak Krakatau terpantau menyemburkan awan panas yang bergerak ke arah selatan, Senin (22/12/2018). 

TRIBUNJABAR.ID, MAGELANG - Gunung Anak Krakatau telah dinyatakan berada di level III atau siaga pada Kamis (27/12/2018).

Dampak abu vulkanik sudah menyebar di wilayah Banten.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, operasional penerbangan dan penyeberangan kapal laut di sekitar Selat Sunda, Banten belum ada masalah.

"Sejauh ini untuk penerbangan dan penyeberangan belum ada masalah. Tapi kita pantau terus agar tahu dampaknya gimana," ucap Menhub Budi Karya Sumadi di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (27/12/2018).

Menhub Budi Karya Sumadi melanjutkan, operasional Bandara Soekarno-Hatta dan pelabuhan Merak-Bakauheni masih berjalan normal.

Meski begitu, pihaknya tetap menyiapkan sejumlah antisipasi jika Bandara Soekarno-Hatta terkena dampak abu vulkanik, yaitu dengan pengalihan rute penerbangan.

"Skenarionya kalau Soetta kena dampak abu vulkanik, ada Bandara Internasional Kertajati di Majalengka jarak sekitar 150 km, tapi tetap disiapkan," jelasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Polana B Pramesti mengatakan, hingga saat ini operasional bandara Soekarno Hatta, Banten dan Bandara Radin Inten II Lampung masih berjalan normal.

Pihaknya belum mendapatkan Notam khusus penutupan bandara dari AirNav Indonesia selaku penyelenggara lalu lintas udara.

"Sejauh ini abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau tidak memberikan dampak kepada penutupan bandara, untuk bandara terdekat seperti Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Radin Inten II Lampung, bandara masih beroperasi normal," kata dia.

Berdasarkan informasi BMKG per tanggal 26 Desember 2018 pukul 19.00 WIB sebaran debu vulkanik mengarah ke Barat Daya-Barat dengan ketinggian mencapai lebih dari 10 km.(*)

Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved