Ramai Tsunami di Selat Sunda, Pengunjung Padati Ruangan Tentang Tsunami di Museum Geologi

Pengunjung memadati ruangan yang menjelaskan tentang tsunami di Museum Geologi.

Penulis: Syarif Pulloh Anwari | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari
Pengunjung memadati ruangan di Museum Geologi yang menjelaskan tentang tsunami. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Museum Geologi, di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, akhirnya kembali beroperasi, hari ini, Rabu (26/12/2018).

Para pengunjung langsung memadati beberapa ruangan di Museum Geologi yang didalamnya terdapat koleksi batuan mineral, koleksi fosil, dan tentang bencana geologi.

Museum Geologi terdiri dari dua lantai dan terbagi empat ruangan yaitu, Sejarah Kehidupan, Geologi Indonesia, Sumber Daya Geologi, serta Ruang Manfaat dan Bencana Geologi.

Menurut pantuan Tribun Jabar, sekitar pukul 12.00 ratusan pengunjung memadati setiap ruangan yang terdapat fosil dan koleksi batuan mineral.

Namun terjadi penumpukan di satu ruang Museum Geologi, yaitu di ruang Manfaat dan Bencana Geologi.

Di ruang tersebut terdapat berbagai informasi bencana alam, seperti gempa bumi, letusan gunung api, longsor, tsunami, serta ada alat simulator gempa.

Warga asal Garut, Saeful Awaludin (29), mengatakan di ruang ini banyak sekali manfaat dan ilmu yang bisa dipetik terkait kebencanaan.

"Sangat mengedukasi banget untuk pelajar, mahasiswa, dan umum. Mempelajari sesuatu hal bisa lebih efektif menggunakan visuali. Jadi menurut saya sangat bermanfaat," ujar Saeful saat ditemui Tribun Jabar.

Saeful menambahkan setelah melihat proses bencana alam khususnya tsunami, ia lebih mengenal apa itu bencana tsunami. Mulai dampak tsunami, hal yang bisa menyebabkan tsunami, dan cara antisipasi ketika berada di pantai dan terjadi tsunami.

Pengunjung lainnya Azizah (29), mengatakan, ia datang ke ruang Bencana Geologi ini ingin memperkenalkan sedini mungkin kepada anaknya bencana geologi yang bisa saja terjadi.

"Nyobain simulasi gempa ini, sih, pengen ngenalin ke anak anak lebih dini terkait bencana alam seperti apa, jadi nanti mereka tahu misalkan gerakan gempa itu seperti apa, melindungi diri bagaimana, dan misalkan dalam rumah segera keluar dan mencari lapangan," ujarnya.

Di ruang Bencana Geologi, khususnya di tempat bencana tsunami, terdapat empat buah layar yang berukuran kurang lebih 32 inch. Di setiap layar ditampilkan berbagai informasi terkait tsunami, dari peta sebaran rawan tsunami di Indonesia, tsunami diakibatkan apa, fenomena sebelum terjadi tsunami, dan informasi struktur pantai.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved