Menengok Nasib Pengungsi Anak Uighur di Turki, Terpisah dari Orangtua karena Paspor Dicabut

Berikhtiar membantu pendidikan pengungsi anak Uighur, ACT memberikan beasiswa pendidikan untuk 50 pengungsi anak di asrama tersebut

Menengok Nasib Pengungsi Anak Uighur di Turki, Terpisah dari Orangtua karena Paspor Dicabut
Istimewa/ACT
Pengungsi anak Uighur yang tengah belajar di sebuah asrama berlantai lima di Turki. 

TRIBUNJABAR.ID - Tim SOS untuk Uighur I - ACT menyapa pengungsi anak Uighur yang tengah belajar di sebuah asrama berlantai lima.

Selain ruang kelas, asrama ini juga dilengkapi perpustakaan mini dan kamar tidur untuk anak-anak Uighur.

Mereka umumnya yatim atau anak-anak yang terpisah dari orang tua mereka.

“Orang tua mereka di Cina. Dahulu kan orang tua mereka mengantar anak-anaknya ke Turki, namun sekembalinya mereka (orang tua) ke Cina, paspor mereka dicabut oleh pemerintah sehingga tidak bisa mobilisasi ke luar negeri,” terang Firdaus Guritno dari Tim SOS untuk Uighur I - ACT, Senin (24/12/2018).

Ia menambahkan, 50 anak Uighur yang diasuh di asrama itu hanya sebagian kecil saja.

Masih banyak pengungsi anak Uighur lainnya yang membutuhkan dukungan finansial untuk kebutuhan hidup dan pendidikan.

Berikhtiar membantu pendidikan pengungsi anak Uighur, ACT memberikan beasiswa pendidikan untuk 50 pengungsi anak di asrama tersebut selama beberapa bulan ke depan.

“Ini amanah dari masyarakat Indonesia untuk saudara-saudara Uighur. Semoga ini bermanfaat untuk menunjang pendidikan mereka, hak dasar setiap insan manusia,” ujar Firdaus.

Bantuan pendidikan menjadi bentuk dari penyelamatan kehidupan bagi penyintas krisis kemanusiaan, selain dari bantuan pangan, sandang, dan papan.

Sebelumnya, pada awal 2017, ACT juga memberikan bantuan pendidikan kepada mahasiswa Uighur yang menempuh ilmu di Turki. 

Halaman
123
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved