Sepanjang 2018, BPOM Musnahkan 2.045 Produk Obat, Makanan, dan Kosmetik

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memusnahkan produk sitaan berupa obat, makanan, dan kosmetik.

Sepanjang 2018, BPOM Musnahkan 2.045 Produk Obat, Makanan, dan Kosmetik
Tribunjabar/Mega Nugraha
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memusnahkan produk sitaan berupa obat, makanan, dan kosmetik. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memusnahkan produk sitaan berupa obat, makanan, dan kosmetik. Umumnya, barang sitaan itu ilegal dan tanpa memenuhi persyaratan keamanan, khasiat dan mutu.

‎"Total yang kami sita dan musnahkan sepanjang 2018 mencapai 2.045 item. Produk ilegal itu merupakan temuan hasil pengawasan dan penindakan di wilayah jabar," ujar Kepala BPOM Penny K Lukito di Bandung, Kamis (20/12/2018).

Ia menjelaskan, ribuan barang ilegal itu memiliiki nilai fantastis mencapai puluhan miliar rupiah. "Nilai barang yang dimusnahan sepanjang 2018 mencapai Rp 18 miliar lebih," katanya.

Barang tersebut, kata dia, termasuk didapat dari sarana penjualan online. Didominasi oleh produk kosmetik hingga obat tradisional. "Dari dua ribuan barang yang dimusnahan, 52,35 persen kosmetik ilegal dan 28,15 persen obat tradisional ilegal," ujar dia.

Istri kedua Clift Sangra, Nana Mahliana Hasan Mengaku Sering Didatangai Suzanna Lewat Mimpi

Ironisnya, dari kosmetik yang disita itu, mengandung zat berbahaya. Termasuk juga untuk jenis obat. Untuk obat tradisional, mengandung bahan kimia obat seperti sildenafil sitrat, deksametason dan bahan berbahaya lainnya.

"Ada kandungan merkuri atau logam berat dan rhodamin B untuk kosmetik. Kandungan itu berbahaya," ujar dia.


Selain kosmetik dan obat ilegal, BPOM juga memusnahkan obat keras yang diedarkan di sarana ilegal, sebanyak 17,89 persen, produk pangan ilegal dan mengandung formalin serta boraks mencapai 1,7 persen dan produk suplemen kesehatan sebanyak 0,44 persen.

"Dari semua temuan itu, kami memperkarakan secara hukum sebanyak 21 perkara dengan rincian delapan perkara bidang obat, enam perkara bidang kosmetik, empat perkara bidang obat tradisional dan tiga perkara bidang pangan," ujarnya.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved