Alasan Pelaku Pengaturan Skor Bisa Bebas Meski Sudah Ditangkap Polisi, Menurut Peneliti

Terkuak alasan mengapa pelaku pengaturan skor atau match fixing licin dari hukum. Seorang pakar beberkan penyebabnya.

thenews.com.pk via Tribun Jogja
Ilustrasi Pengaturan Skor. 

TRIBUNJABAR.ID - Kasus pengaturan skor atau match fixing yang menyeret Johan Ibo atau Yohan Ibo masih menyisakan tanya.

Pasalnya, mantan pesepakbola yang pernah merumput di sejumlah klub Indonesia itu bisa bebas meski sudah ditangkap polisi.

Pihak kepolisian melepaskan Johan Ibo lantaran alasan kekurangan bukti.

Seperti diketahui, kasus ini bermula ketika Johan Ibo tertangkap tangan hendak menyuap sejumlah pemain Pusamania Borneo FC pada tahun 2015 silam.

Suap tersebut bertujuan agar Borneo FC bersedia kalah dari Persebaya Surabaya pada pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Rabu (8/4/2015).

Johan Ibo kemudian ditangkap polisi. Namun, Polrestabes Surabaya melepaskan Johan Ibo karena kekurangan bukti.

Johan Ibo saat diinterogasi pengurus Pusamania Borneo FC di Ina Simpang Hotel, Surabaya, Selasa (7/4/2015) malam.
Johan Ibo saat diinterogasi pengurus Pusamania Borneo FC di Ina Simpang Hotel, Surabaya, Selasa (7/4/2015) malam. (SURYA.co.id - Haorrahman)

Terkait alasan pelaku pengaturan skor sepak bola yang bisa bebas meski sudah ditahan polisi, pengamat hukum olah raga Eko Nur Kristiyanto punya penjelasan yang disampaikan dalam acara Mata Najwa edisi PSSI Bisa Apa Jilid 2, Rabu (19/12/2018).

Menurut Eko, terdapat satu Undang-Undang yang sebenarnya mampu menjerat para pelaku suap pengaturan skor.

"Ada satu Undang-Undang yang sangat relevan yang bisa diterapkan tapi tidak pernah diterapkan sama sekali," ujar Eko.

Eko Nur Kristiyanto dalam acara Mata Najwa edisi PSSI Bisa Apa Jilid 2, Rabu (19/12/2018).
Eko Nur Kristiyanto dalam acara Mata Najwa edisi PSSI Bisa Apa Jilid 2, Rabu (19/12/2018). (YouTube/Najwa Shihab)

Undang-Undang yang dimaksud Eko adalah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap.

Halaman
1234
Penulis: Indan Kurnia Efendi
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved