Prabowo Kritik Kondisi Perekonomian Indonesia Rezim Jokowi: Bangsa Ini Hidup dari Utang

Prabowo sebut bayi di Indonesia yang baru lahir sudah punya utang Rp 9 juta. Ini adalah kritik kesekian lainnya dari Prabowo soal utang negara.

YouTube/Gerindra TV
Prabowo Subianto saat pidato di Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul, Bogor, Senin (17/12/2018). 

TRIBUNJABAR.ID - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kembali melontarkan kritik pedas terhadap pemerintah di rezim Jokowi.

Prabowo yang adalah calon presiden Indonesia nomor urut 02 itu kembali menyoroti soal utang negara di bawah kepemimpinan Jokowi.

Prabowo menyampaikan kritiknya ketika berpidato dalam acara Konferensi Nasional Partai Gerindra 2018 di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul, Bogor, Senin (17/12/2018).

Menurut Prabowo, di Rezim Jokowi, bayi di Indonesia yang baru lahir ke dunia sudah memilik utang Rp 9 juta.

Ucapan Prabowo tersebut berdasar pada hasil analisis tim ekonomi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Fuad Bawazier terkait pendapatan perkapita masyarakat Indonesia.

Berdasarkan data yang disebutkan Prabowo, pendapatan perkapita per tahun orang Indonesia sangatlah minim.

Terlebih lagi, uang yang didapat orang Indonesia harus dipotong oleh utang.

"Para ahli selalu mengatakan bahwa penghasilan kita perkapita adalah sekitar 4000 dolar per tahun. Tapi dari 4000 itu, 49 persen, setengahnya, dikuasai 1 persen oleh rakyat Indonesia," kata Prabowo Subianto.

"Jadi kalau kita cabut satu persen kekayaan perkapita kita setahun tinggal setengahnya, yaitu 1900. Ini menurut penasihat saya, Pak Fuad Bawazier," lanjutnya.

Prabowo Subianto saat pidato di Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul, Bogor, Senin (17/12/2018).
Prabowo Subianto saat pidato di Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul, Bogor, Senin (17/12/2018). (YouTube/Gerindra TV)

Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan bahwa pendapatan perkapita masyarakat Indonesia bukanlah 3.800 dolar, melainkan setengahnya.

Halaman
1234
Penulis: Indan Kurnia Efendi
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved