Empat Workshop Digelar Jabar Quick Response, Total Relawan yang Tergabung Sudah 240 Orang

Program Pemerintah Provinsi Jabar Jabar Quick Response (JQR), terus mendapatkan tanggapan positif di tengah masyarakat.

Empat Workshop Digelar Jabar Quick Response, Total Relawan yang Tergabung Sudah 240 Orang
Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Sejumlah relawan Jabar Quick Response sedang mempraktikkan kegiatan workshop di sebuh hotel di kawasan Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Rabu (19/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Puluhan calon relawan hadir mengikuti workshop program Pemerintah Provinsi Jabar Jabar Quick Response (JQR) yang digelar di sebuah hotel di kawasan Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Rabu (19/12/2018).

Para calon relawan berasal dari lima kota kabupaten Jabar yakni dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cianjur, serta Kabupaten Purwakarta.

Menurut satu di antara beberapa anggota Jaringan dan Relawan yang merangkap sebagai Bagian Pendamping dan Penindakan JQR, Sani Sandiani, workshop yang digelar merupakan bagian dari sosialisasi terhadap calon relawan JQR.

"Sosialisasi ini dilakukan agar para calon relawan mengetahui alur kerja secara teknis di lapangan, baik dari sisi komunikasi maupun teknis penindakan melalui sharing pengalaman serta implementasi teknis di lapangan agar relawan benar-benar terlatih," ujar Sani.

Menurut Sani, sosialisasi ini merupakan tahapan awal JQR dalam rangka peningkatan sumber daya manusia agar ke depannya para relawan mampu melakukan tahapan-tahapan sesuai alur kerja JQR saat menerima laporan atau aduan dari masyarkat.

Sani mengatakan bahwa sosialisasi di Bandung merupakan rangkaian akhir dari total empat workshop yang digelar JQR.

Sehingga total relawan yang sudah tergabung dalam jaringan JQR, kata Sani, sejauh ini sudah mencapai 240 relawan.

Berkat Jabar Quick Response,Rumah Rusak Milik Hindun di Gunung Halu pun Diperbaiki

"Harapan konkretnya, setelah menjalani pelatihan, para relawan mampu turun langsung ke lapangan. Kami optimistis bahwa para relawan ini sudah bisa melakukan standard prosedur yang ditetapkan JQR karena 40 persen dari mereka biasanya sudah memiliki pengalaman di lapangan sebelumnya,"katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Koordinator Relawan JQR, Amin Nurdin, menyebutkan bahwa relawan JQR merupakan telinga, mata dan perpanjangan tangan gubernur Jabar terhadap berbagai masalah yang sifatnya emergensi.

"Ini (JQR) dibutuhkan karena tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan SOP birokrasi yang sudah mapan dan panjang (prosedural, Red). Maksud dan tujuan JQR adalah pemerintah hadir di tengah masyarakat. Ada unsur ASN juga sebagai koordinator, serta wakil koordinator relawan non ASN," katanya.

Menurut Amin, JQR sendiri saat ini menangani tujuh bidang yang sifatnya membutuhkan penanganan cepat yaitu bidang kesehatan, rumah roboh, pendidikan, kelaparan, rumah tidak layak huni, listrik darurat, jembatan darurat.

Saat menerima laporan, kata dia, relawan akan melakukan survey awal, kemudian melakukan laporan ke bagian admin.

"Setalah terklasifikasi masalahnya, misalanya masalah kesehatan atau pendidikan, baru setelah dihitung skala priortitas. Relawan akan lakukan survey, report ke kami, dan kami akan berhitung tindakan yang tepat dilakukan sesuai SOP dan kemampuan JQR," katanya.

Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved