PVMBG Pantau Gunung Api Saat Libur Natal, Ada 20 Gunung Api Beraktivitas di Atas Normal
PVMBG membentuk tim antisipasi kebencanaan geologi di masa libur Natal dan tahun baru.
Penulis: Resi Siti Jubaedah | Editor: taufik ismail
Dari rekaman CCTV malam ini, guguran itu berlangsung lumayan lama, memperlihatkan lelehan lava pijar menyusuri bukaan kawah ke lereng selatan.
• Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Merapi, BPBD Tingkatkan Kesiapsiagaan
• Viral di Medsos Fenomena Gunung Semeru Bertopi, Sutopo: Buat Foto Prewedding, Sungguh Memesona!
Dilihat dari jalurnya, diduga lava masuk hulu Kali Gendol. Jarak kemungkinan di atas 300 meter, lebih jauh dari luncuran lava pijar pertama beberapa pada 22 November 2018.
Kawasan Merapi, sejak Minggu siang hingga malam, terlihat cerah setelah Sabtu (15/12/2018) malam hingga Minggu pagi diselimuti kabut tebal.
Puncak Merapi dapat terlihat dari segala arah.
Jainu, tokoh dan warga Balerante menambahkan, situasi di lapangan masih tetap normal. Tidak ada kepanikan terkait fenomena guguran lava ini.
Gunung Semeru Bertopi
Warganet di media sosial dihebohkan dengan fenomena alam nan unik di Gunung Semeru, Jawa Timur, Senin (10/12/2018).
Foto fenomena alam di Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa itu pun tersebar di media sosial.
Di foto yang beredar, tampak kabut berbentuk mirip topi mengelilingi puncak Gunung Semeru.
Fenomena unik ini lantas diabadikan oleh warga dan menyebar di media sosial serta jadi viral.

Di satu sisi, fenomena unik di puncak Gunung Semeru tersebut menakjubkan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho memberikan penjelasan terkait kondisi Gunung Semeru yang 'bertopi.'
Lewat akun Twitter-nya, Sutopo pun menjelaskan, jika fenomena Gunung Semeru 'bertopi' adalah fenomena alam yang biasa saja.
• Viral di Medsos Fenomena Gunung Semeru Bertopi, Sutopo: Buat Foto Prewedding, Sungguh Memesona!
Sebab, puncak Gunung Semeru tertutup awan jenis lentikularis atau altocumulus lenticularis.
"Awan ini terbentuk akibat adanya pusaran angin di puncak," tulis Sutopo.