Muslim Uighur Tak Pernah Bebas Berislam, Menggunakan Nama-nama Muslim untuk Anak Pun Dilarang

Jika orang tua di Xinjiang melanggar, maka si anak akan hilang semua haknya atas layanan kesehatan dan pendidikan

Muslim Uighur Tak Pernah Bebas Berislam, Menggunakan Nama-nama Muslim untuk Anak Pun Dilarang
Istimewa
Etnis Uighur, etnis Muslim yang mendominasi hampir setengah populasi Xinjiang. 

Lebih lanjut, aturan itu makin meluas berlaku bagi anggota Partai Komunis, kader partai, Pegawai Negeri Sipil, guru dan siswa yang dilarang berpuasa selama Ramadan.

Imbasnya, seluruh bisnis makanan dan minuman di Xinjiang tak boleh ada yang tutup selama siang hari di bulan Ramadan 2016 silam.

Berbarengan dengan aturan larangan nama-nama identitas Muslim bagi etnis Uighur, aturan lain yang melarang berjanggut panjang dan berjilbab di tempat umum juga diberlakukan. Kali ini, aturan ini keluar dengan alasan melawan radikalisme dan ekstremis. Menurut Pemerintah Cina, Etnis Uighur di Xinjiang punya potensi besar menjadi pemicu teror. Dari aturan ini, makin nampak nyata, identitas Muslim Uighur perlahan ingin dilunturkan.

Jutaan Muslim Uighur ditahan di kamp

Puncak dari segala aturan yang mengekang kebebasan Muslim Uighur itu datang pada Agustus 2018 lalu.

TimACTNews merangkum fakta yang diwartakan BBC. Di laman laporan tentang Uighur itu, Komite PBB untuk Penghapusan Diskriminasi Rasial melaporkan tindakan keji yang dilakukan Pemerintah Cina.

Dalam laporan investigasi itu disebutkan, Pemerintah Cina telah menahan sekitar satu juta jiwa orang yang diduga berasal dari etnis Uighur.

Penahanan Muslim Uighur itu dilakukan di salah satu tempat kamp interniran (kamp pengasingan) yang berukuran besar, berjarak cukup jauh dari Pusat Kota Xinjiang.

Tidak hanya dari PBB, laporan pelanggaran hak asasi Etnis Uighur ini juga didukung oleh investigasi LSM HAM Amnesty Internasional dan Human Right Watch. Laporan yang sama yang dirilis di pertengahan tahun 2018.

Fakta lain diwartakan BBC dalam laporannya tentang sebuah area di daerah terpencil Xinjiang, bernama Dabancheng. Bulan Juli tahun 2015 silam, satelit di atas atmosfer pernah memotret sebuah lahan kosong gurun dan pegunungan di wilayah ini. Salah satu gambar memunculkan hanya tentang kekosongan, lahan tak tersentuh, dan penuh pasir berwarna abu-abu khas gurun di pegunungan tinggi.

Halaman
1234
Editor: Kisdiantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved