Belum Ada e-Budgeting yang Baik, Ridwan Kamil Akui Kesulitan Cek Efektivitas Program

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengaku kesulitan mengecek efektivitas program.

Belum Ada e-Budgeting yang Baik, Ridwan Kamil Akui Kesulitan Cek Efektivitas Program
theofilus richard/tribun jabar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, menemui wartawan setelah Upacara Peringatan Hari Guru Nasional, Gedung Sate, Senin (26/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengaku kesulitan mengecek efektivitas program.

Hal itu, kata pria yang akrab disapa Emil, disebabkan belum adanya e-budgeting yang baik.

"Sebagai gubernur baru, saya tidak ada e-budgeting. E-budgeting canggih baru kami terapkan 2019," ujar Ridwan Kamil ketika ditemui setelah rapat pleno Dewan Ketahanan Pangan Jawa Barat, Hotel Papandayan, Bandung, Senin (17/12/2018).

Sehingga rencana penganggaran program yang baik baru dapat ia terapkan pada 2019, untuk program di tahun 2020.

"Makannya pasangan Rindu (Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum) programnya luar biasa di 2020 karena menemukan anggaran yang efektif sesuai visi misi dengan maksimal," ujar RIdwan Kamil.

Cimahi, Kota dengan Kasus Perceraian Terbanyak Se-Jawa Barat

Terkait penganggaran APBD Jawa Barat, ia akan mencoba mengevaluasi dan membedah anggaran pada bulan Januari 2019.

Menurut Ridwan Kamil, anggaran di beberapa sektor cukup besar tetapi penggunaan kurang efisien.

Untuk itu, ia mengaku memerlukan data akurat dari setia daerah di Jawa Barat mengenai kebutuhan daerah masing-masing.

"Problem statement ini berujung pada berapa jumlah gudang (produksi pangan) yang dibutuhkan, supaya mengendalikan harga, satu gudang berapa miliar kan belum tahu, Januari kani kumpulkan data termasuk kebutuhan anggaran," ujarnya.

Penulis: Theofilus Richard
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved