Zumi Zola Telah Dieksekusi ke Lapas Sukamiskin, Gratifikasi Digunakan untuk Lunasi Utang Kampanye

Febri Diansyah menjelaskan, eksekusi hukuman diambil karena perkara suap dan gratifikasi yang menjerat mantan artis ibukota itu.

Zumi Zola Telah Dieksekusi ke Lapas Sukamiskin, Gratifikasi Digunakan untuk Lunasi Utang Kampanye
Tribunnews
Zumi Zola setelah resmi ditahan KPK 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengeksekusi Gubernur nonaktif Jambi, Zumi Zola ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Eksekusi ini dilakukan setelah sebelumnya Kamis (6/12/2018) Zumi Zola divonis dengan hukuman enam tahun penjara, denda Rp 500 juta subsidair 3 bulan kurungan serta pencabutan hak politik selama 5 tahun setelah selesai menjalani hukuman.

"‎Jumat (14/12/2018) sore telah dilakukan eksekusi pada Zumi Zola Zulkifli, Gubernur Jambi periode 2016-2021," ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah , Sabtu (15/12/2018) dalam pesan singkatnya.

Febri Diansyah menjelaskan, eksekusi hukuman diambil karena perkara suap dan gratifikasi yang menjerat mantan artis ibukota itu telah berkekuatan hukum tetap.

Di mana Zumi Zola sejak awal hingga vonis dibacakan menyatakan tidak bakal mengajukan upaya hukum bandin‎g. Jaksa penuntut umum pada KPK, pun demikian, tidak mengajukan banding.

Kini Zumi Zola telah menjadi penghuni baru di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Di sana dia akan menjalani masa hukuman selama enam tahun penjara.

Dalam amar putusannya, majelis hakim meyakini Zumi Zola terbukti bersalah menyuap 53 anggota DPRD Jambi sebesar Rp 16,34 miliar diduga untuk meloloskan ketok palu Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Jambi TA 2017-2018.

Zumi Zola juga dinilai terbukti menerima gratifikasi Rp 40 miliar lebih dan satu unit mobil Alphard dari sejumlah pengusaha dan kontraktor di Jambi.

Gratifikasi dari Afif Firmansyah Rp 34,6 miliar, Asrul Pandapotan Rp 2,7 miliar, dan Arfan Rp 3 miliar, USD 30 ribu serta SGD. 100 ribu.

Masih menurut hakim, gratifikasi itu digunakan Zumi Zola untuk melunasi utang-utang saat kampanye sebagai calon gubernur Jambi.

Zumi Zola juga dinilai telah mengalirkan uang tersebut untuk keperluan adiknya, Zumi Laza yang akan maju sebagai calon Wali Kota Jambim

Putusan hakim ini jauh lebih rendah dari tuntutan yang dilayangkan jaksa KPK. Sebelumnya jaksa menuntut Zumi Zola dengan pidana 8 tahun penjara.(*)

Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved