Tembok Pembatas SMAN 19 Roboh Terbawa Longsor, Saksi: Tolong-tolong, Allahuakbar
Longsor merobohkan tembok pembatas SMAN 19 Bandung tadi malam. Terasa getaran tanah dan terdengar suara gemuruh saat longsor terjadi.
Penulis: Syarif Pulloh Anwari | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tembok pembatas Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 19 Bandung roboh akibat tanah tanah longsor, Jumat (14/12/2018) malam.
Menurut pantauan Tribun Jabar di lokasi, terlihat puing-puing tembok yang menyatu dengan tanah yang terbawa longsor.
Seorang saksi mata, Maman (48), mengatakan, sebelum kejadian longsor ia sedang berada di pos ronda sedang berjaga.
"Kejadiannya sekitar pukul 20.00 WIB Jumat malam, lagi jaga di pos ronda. Waktu sebelum kejadian saya sendiri di sini, di pos ronda," ujar Maman saat ditemui Tribun Jabar di Dago Pojok, RT 2/5, Keluruhan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Sabtu (15/12/2018).
Maman mengatakan sebelum kejadian terasa getaran dan terdengar suara gemuruh.
"Sebelum kejadian pertama bergetar dan ada suara gemuruh. Saya lagi di dalam pos ronda, lalu saya keluar dulu, masuk lagi bawa hape, pas mau mengunci pintu, tiba tiba sudah longsor duluan," ujarnya
Ia mengatakan saat longsor spontan lari menjauh dan berteriak minta tolong ke warga.
"Saya lari sambil berteriak, tolong-tolong, Allahuakbar, enggak lama warga pun langsung berdatangan," ujarnya
Maman menambahkan situasi di sekitar lokasi memang sedang hujan gerimis dan sedang sepi.
Wakasek Humas SMAN 19 Bandung, Engkos Kosasih, membenarkan kejadian longsor di sekolahnya.
"Memang betul di sini terjadi longsor kejadianya Jumat malam sekitar pukul 20.00 WIB. Temboknya milik SMAN 19 Bandung dan kalau tanah hanya perbatasan sama rumah warga," ujarnya.
Engkos bersyukur kejadian longsor tersebut tidak menimpa rumah warga yang ada di belakang tembok sekolahnya dan sekolah sedang libur.
"Kejadian ini untungnya tidak sampai ke warga jadi hanya ke belakang benteng dan kebetulan siswa lagi libur jadi kondisi sekolah sepi," katanya.
Ia menambahkan untuk antisipasi, pihak sekolah bersama petugas Trantib Kecematan Coblong dan Diskar PB Kota Bandung membuat saluran air untuk sementara waktu yang langsung mengalirkan air ke sungai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sman-19-longsor.jpg)