Breaking News:

Puluhan Email Ancaman Bom Dikirim ke Kantor hingga Rumah Sakit di Amerika Serikat dan Kanada

Puluhan email ancaman bom dilaporkan diterima oleh kantor bisnis, institusi, sekolah, hingga rumah sakit di Amerika Serikat, pada Kamis (13/12/2018)

Editor: Dedy Herdiana
Kolase Tribun Jabar
Ilustrasi 

TRIBUNJABAR.ID, WASHINGTON - Puluhan email ancaman bom dilaporkan diterima oleh kantor bisnis, institusi, sekolah, hingga rumah sakit di Amerika Serikat ( AS), pada Kamis (13/12/2018).

Email berisi ancaman bom tersebut telah mendorong dilakukannya proses evakuasi di sejumlah bangunan.

Dikutip Tribun Jabar dari Kompas.com, CNN memberitakan email ancaman bom tersebut dilaporkan diterima kantor di San Francisco, New York, Seattle, Miami, Washington, dan lokasi lainnya di penjuru negeri.

Biro Investigasi Federal AS (FBI) bersama Biro Alkohol, Tembakau, Senjata, dan Peledak (ATF), mengkonfirmasi adanya e-mail ancaman tersebut, namun belum dapat menyimpulkan ada tidaknya keterkaitan dari masing-masing ancaman itu.

"Kami mendorong warga masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor apabila menemukan kegiatan mencurigakan yang dapat mengancam keselamatan publik," kata FBI.

Email ancaman tersebut juga memuat tuntutan sebesar 20.000 dollar AS dalam bentuk Bitcoin yang harus dibayarkan pada hari itu juga jika ingin membatalkan ancaman bom.

Tak hanya AS, e-mail ancaman juga dilaporkan telah dikirim di Vancouver, Ottawa, dan Toronto di Kanada.

Sersan Jason Robillard dari Departemen Kepolisian Vancouver mengkonfirmasi pada CNN adanya e-mail ancaman yang diterima sejumlah kantor.

Namun dirinya tidak dapat memastikan apakah sampai ada tindakan evakuasi.

Dua Pesawat Pembom Rusia Berikut 100 Pilotnya Dikirim ke Venezuela, Ini Tujuannya

Presiden Venezuela Nicolas Maduro Tuduh Amerika Serikat Akan Membunuh Dirinya, Dibantu 2 Negara Ini

Petinggi Huawei Ditangkap di Vancouver, Mantan Diplomat Kanada Ditahan di China

Namun demikian, otoritas berwenang sejauh ini menyimpulkan ancaman bom yang dikirim melalui e-mail tersebut tidak menunjukkan bukti ancaman yang benar-benar kredibel.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved