Rumahnya Terkena Longsor, Lilis Mengaku Belum Ada Bantuan untuk Perbaiki Rumahnya Kembali

Lilis mengatakan, dirinya pun harus mengeluarkan uang sendiri untuk membangun kembali rumahnya lantaran ia sudah tak nyaman dengan kondisi rumahnya

Rumahnya Terkena Longsor, Lilis Mengaku Belum Ada Bantuan untuk Perbaiki Rumahnya Kembali
Tribun Jabar/ Syarif Pulloh Anwari
Lilis (40) rumahnya yang terkena longsor menunjuk kondisi rumahnya terkini yang berlokasi di daerah Kampung Nyalindung RT 1/9, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, Selasa (11/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Warga yang menjadi korban longsor dan merusak sebagian rumahnya di daerah Kampung Nyalindung RT 1/9, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, belum mendapatkan bantuan dana tunai dari pemerintah.

Sejak kejadian longsor yang melanda rumah milik Yaya (52) pada Selasa (4/12/2018) malam, menurut Istri Yaya, Lilis (40) ia hanya mendapatkan bantuan saat kejadian waktu kemarin dari Diskar PB, PMI kewilayahan, dan BPDB Jabar.

"Kalau dari pengurus pemerintah belum ada bantuan (dana tunai), ini baru dikasih karung, terpal, sembako, ti PMI sembako, ti pengurus BPDB terpal lamun ti pemadam kebakaran karung," ujar Lilis saat ditemui Tribun Jabar dilokasi, Selasa (11/12/2018).


Dari pantuan Tribun Jabar, di lokasi terlihat tembok rumah yang rusak milik Yaya yang terkena longsor hanya di tutupi terpal warna biru, serta terlihat karung warna putih berjejer menahan tanah bekas tanah yang longsor.

Lilis mengatakan, dirinya pun harus mengeluarkan uang sendiri untuk membangun kembali rumahnya lantaran ia sudah tak nyaman dengan kondisi rumahnya tersebut.

"Batu bata ini juga beli sendiri punya uang sedikit, ini baru kebeli batu batu sebanyak 500 harusnya 1000," ujarnya.

PAN Kalsel Dukung Jokowi-Maruf Amin karena Tak Berani Berbeda, PAN Pusat Segera Lakukan Pemecatan

Lilis mengaku, kemarin, Senin (10/12/2018), sekitar pukul 16.00 WIB terjadi hujan besar disertai angin kencang menimpa kampungnya.

"Kemarin siang ada angin kencang lagi sama hujan besar, makanya ini ditutup dulu sama terpal, biar angin sama hujan ga masuk ke rumah," ujarnya

Ia, suami, dan anak-anaknya untuk sementara waktu tinggal dulu di kamar yang masih bisa ditempati.

KPK Panggil Tiga Pimpinan DPRD dan Satu Pejabat Kabupaten Bekasi Terkait Kasus Suap Meikarta

Penulis: Syarif Pulloh Anwari
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved