Warga Rancaekek Pesimis Pelebaran Drainase di Jalan Raya Bandung-Garut Dapat Mengantisipasi Banjir

Sejumlah warga Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, mengaku pesimis, pelebaran drainase di Jalan Raya Bandung - Garut.

Warga Rancaekek Pesimis Pelebaran Drainase di Jalan Raya Bandung-Garut Dapat Mengantisipasi Banjir
TribunJabar.id/Hakim Baihaqi
Menjelang akhir tahun 2018, proyek pengerjaan saluran drainase di Jalan Raya Bandung - Garut, Kabupaten Bandung serta Kabupaten Sumedang, belum selesai, Senin (10/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah warga Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, mengaku pesimis, pelebaran drainase di Jalan Raya Bandung - Garut yang saat ini tengah dilakukan dapat mengantisipasi banjir.

Pada Kamis malam (6/12/2018), pascahujan intensitas sedang mengguyur wilayah tersebut selama lebih dari satu jam, ruas Jalan Raya Bandung - Garut terendam banjir setinggi 30 centimeter.

Warga menyebut air yang menggenangi ruas jalan tersebut tidak masuk ke dalan saluran drainase, bahkan kembali merendam permukiman warga di Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek.

"Posisi lubang drainase yang kemarin itu ada di atas air, sehingga tetap saja banjir," kata warga Desa Linggar Rahmat Jaenudin (43) di Jalan Raya Bandung - Garut, Senin (10/12/2018).

Warga pun beranggapan, adanya perbaikan drainase tersebut belum berdampak untuk mengatasi banjir, sehingga warga pasrah bila suatu saat banjir besar kembali menerjang permukiman.

"Rumah saya di bawah jalan dan drainase, mau gimana lagi pasrah saja," kata Titin (50), warga Desa Linggar.

Menjelang akhir tahun 2018, proyek pengerjaan saluran drainase di Jalan Raya Bandung - Garut, Kabupaten Bandung serta Kabupaten Sumedang, belum selesai.

Longsor Timbun Sungai Ciharus, Warga Sukaharja Baregbeg Ciamis Terancam Banjir Bandang

Berdasarkan pantauan Tribun Jabar, Senin (10/12/2018), disejumlah titik, di antaranya di jembatan Jalan Desa Linggar, Jalan Cikijing, dan sekitar kawasan industri Vonex, masih ditemukan kayu penyangga dan tumpukan sampah plastik di saluran drainase.

Selain itu, sejumlah pekerja proyek pengerjaan saluran drainase, sebagian besar masih memasang paving block sebagai alas untuk fasilitas trotoar yang berada di atas saluran drainase.

Kendaraan alat berat berupa eksvator, masih terparkir di bahu jalan sekitar lokasi pengerjaan saluran drainase, sehingga tak jarang menimbulkan kemacetan diwaktu tertentu.

Belum lagi, tumpukan material untuk keperluaan pengerjaan proyek drainase, berada di badan jalan, sehingga membahayakan para pengendara, terutama saat hujan mengguyur wilayah tersebut.

Diberitakan Tribun Jabar sebelumnya, Menteri PUPR RI Basoeki Hadimulyono, menyampaikan, menurut kontrak yang telah disepakati, waktu tercepat menyelesaikan proyek tersebut adalah akhir tahun 2018 ini.

"Mudah-mudahan akhir tahun selesai, hanya pembebasan lahan dan pengerukan saja," ujarnya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved