Situs Sejarah Gua Pawon Terancam, Walhi Jabar Soroti Penambangan Kapur

Gua Pawon berada dalam kawasan Karst Citatah-Rajamandala, area cagar alam sekaligus cagar budaya yang dapat menjadi tempat penelitian.

Situs Sejarah Gua Pawon Terancam, Walhi Jabar Soroti Penambangan Kapur
Tribun Jabar/Ery Candra
Direktur Walhi Jabar, Dadan Ramdan (paling kanan, memegang mic). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat menyoroti situs sejarah Gua Pawon di Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Gua Pawon berada dalam kawasan Karst Citatah-Rajamandala, area cagar alam sekaligus cagar budaya yang dapat menjadi tempat penelitian.

Direktur Walhi Jabar, Dadan Ramdan, mengatakan sudah ada kebijakan perlindungan dari Pemprov Jabar dan KBB. Faktanya, kata dia, pertambangan masih marak dan mengancam lingkungan di wilayah tersebut.

"Meskipun sudah ditetapkan 90 hektare (area yang dilindungi), praktek pertambangan gunung kapur terus meluas dan kami khawatir (pertambangan) sampai di Gua Pawon," ujar Dadan Ramdan ketiga dihubungi Tribun Jabar via ponselnya, Senin (10/12/2018).

Menurutnya, 70 persen kawasan karst raja mandala yang luasnya seribu hektare lebih itu rusak akibat pertambangan kapur.

Hari Anti- Korupsi Internasional, Kepala Desa di Kabupaten Cirebon Disoroti Kejari

Mobil Hitam Tiba-tiba Menepi di Pinggir Jalan, saat Warga Mendekat Ternyata Sopirnya Sudah Meninggal

Padahal, pasokan air berada di kawasan karst tersebut. Karena itu, ucapnya, sumber bisa hilang apabila karst tidak ada.

"Perlu ada kebijakan khusus perlindungan kawasan karst yang ada di Jabar, yakni enam ribu hektare di wilayah Bogor, Karawang, Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, Kuningan hingga KBB," ujar Dadan.

Pertambangan kapur, selain bisa merusak lahan lindung, juga berpotensi menimbulkan bencana.

Walhi Jabar berharap tetap ada perhatian spesial dari Pemprov Jabar untuk Gua Pawon meski tidak masuk prioritas 2019.

Penulis: Ery Chandra
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved