Breaking News:

Kemenakertrans Sebut 2000 Peserta Magang dari Indonesia Dikirim ke Jepang per Tahun

Kasubdit Pemagangan Kemenakertrans, Nita Dwi Apriliawati, menyebut tiap tahun ada 2000 peserta magang dari Indonesia yang dikirim ke Jepang

Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Kasubdit Pemagangan Kemenakertrans RI, Nita Dwi Apriliawati, saat menyampaikan sambutan dalam seleksi pemagangan di Balai Pelatihan Pemagangan Pondok Pesantren Gedongan Cirebon (BP3GC), Desa Ender, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Senin (10/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Kasubdit Pemagangan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) RI, Nita Dwi Apriliawati, menyebut setiap tahunnya ada 2000 peserta magang dari Indonesia yang dikirim ke Jepang.

Mereka dikirimkan untuk magang di sejumlah perusahaan di Negeri Sakura itu.

"Program ini berjalan dari 1993, dan sudah ada 8000-an alumni yang kini menjadi pengusaha sukses di Indonesia," kata Nita Dwi Apriliawati saat ditemui usai seleksi pemagangan di Balai Pelatihan Pemagangan Pondok Pesantren Gedongan Cirebon (BP3GC), Desa Ender, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Senin (10/12/2018).

Nita mengatakan, pengiriman peserta magang dari Indonesia ke Jepang dilakukan setiap satu bulan sekali.

Jumlah peserta yang dikirim tergantung dari banyaknya peserta yang lolos seleksi.

Pencairan Dana Hibah Tasikmalaya 3 Tahap, Semuanya Dipotong, Nama Uu Ruzhanul Disebut di Tahap 2

Hari HAM Internasional Diperingati Setiap 10 November, Ini 30 Macam Hak Asasi Manusia Menurut PBB

Rata-rata, menurut dia, ada 150 - 200 peserta magang yang dikirim ke Jepang setiap bulan.

Pihaknya memprediksi pada Januari 2019 bisa mengirimkan 300-an peserta magang.

"Karena yang daftar seleksinya juga banyak, bulan ini saja kami menggelar di beberapa kota di Indonesia," ujar Nita Dwi Apriliawati.

Kepala IM Japan Indonesia, Masanobu Komiya, mengatakan, sejak 1993 pihaknya telah memberangkatkan sekitar 308 angkatan peserta magang dari Indonesia.

Menurut dia, para peserta magang itu 60 persen di antaranya bekerja di pabrik dan 40 persen lainnya bekerja di kontruksi bangunan.

"Tidak ada aturan mengenai pengalaman kerja, yang penting lolos seleksi dan siap bekerja, bisa dikirim ke Jepang," kata Manasobu Komiya.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved