Cerita Penumpang Argo Parahyangan Akibat Ada KA Anjlok, Telat 6 Jam, Ada Juga yang Akan Naik Ojek

Menurut jadwal, seharusnya Surya tiba di Stasiun Bandung pukul 14.53 WIB, karena banyak berhenti, ia baru sampai pukul 20.35 WIB.

Cerita Penumpang Argo Parahyangan Akibat Ada KA Anjlok, Telat 6 Jam, Ada Juga yang Akan Naik Ojek
TRIBUN JABAR/ZELPHI
Sejumlah penumpang kereta melakukan tawar-menawar harga dengan pengendara ojek di Stasiun Cilame, Desa Cempakamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (8/12/2018). Sebelumnya, rangkaian kereta api Argo Parahyangan yang berangkat dari Stasiun Gambir pukul 06.15 terpaksa berhenti di Stasiun Cilame pukul 10.00 menyusul terjadinya anjlok Kereta Kerja MTT 2719 di km 154 +8/9 antara Stasiun Cilame dan Stasiun Padalarang. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Perjalanan KA Argo Parahyangan Jakarta- Bandung, Sabtu (8/12/2018), mencapai 9 jam atau telah 6 jam dari jadwal, setelah kejadian kereta kerja (MTT) anjlok di Km 154 + 8/9 antara Stasiun Cilame-Padalarang, Sabtu (8/12/2018).

Dalam kondisi normal, perjalanan hanya berlangsung sekitar 3 jam 20 menit.

Dikutip Tribun Jabar dari Kompas.com, penumpang pun harus rela menunggu selama enam jam untuk bisa tiba di Bandung.

"Jadwal pergi dari Gambir seharusnya jam 11.30 WIB, tapi agak telat 10 menitan," ujar Surya Anugrah, salah satu penumpang saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (8/12/2018).

Menurut jadwal, seharusnya Surya tiba di Stasiun Bandung pukul 14.53 WIB.

Namun karena kereta banyak berhenti karena menunggu persilangan, ia baru sampai pukul 20.35 WIB.

"Tadi sering berhenti dan berhentinya lama," ucapnya.

Untuk mengusir kebosanan, dia memilih tidur atau bermain games.

Beberapa penumpang bahkan sempat mencari makanan saat berhenti di sejumlah stasiun.

"Di Stasiun Purwakarta, orang-orang ada yang turun pada jajan, nyari makanan," ungkapnya.

Sementara laporan wartawan foto Tribun Jabar, sejumlah penumpang kereta Argo Parahyangan yang keretanya berhenti di Stasiun Cilame terlihat berupaya untuk mengganti angkutan.

Beberapa di antaranya terlihat sedang tawar-menawar harga dengan pengendara ojek di depan Stasiun Cilame, Desa Cempakamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Sejumlah pekerja PT KAI melakukan tindakan perbaikan terhadap Kereta Kerja MTT 2719 di km 154 +8/9 antara Stasiun Cilame dan Stasiun Padalarang, Sabtu (8/12/2018).
Sejumlah pekerja PT KAI melakukan tindakan perbaikan terhadap Kereta Kerja MTT 2719 di km 154 +8/9 antara Stasiun Cilame dan Stasiun Padalarang, Sabtu (8/12/2018). (TRIBUN JABAR/ZELPHI)

Manajer Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung, Joni Martinus, mengatakan, evakuasi kereta anjlok berhasil dilakukan selama 4 jam.

Setelah itu, tepatnya pukul 15.00 WIB, jalur sudah bisa dilalui.

Kereta Anjlok di Antara Stasiun Cilame - Padalarang, Perjalanan Tiga KA Argo Parahyangan Terganggu

Kereta Anjlok Sudah Dievakuasi, Jalur Kereta Api Bandung - Jakarta Kembali Normal

"Namun, karena jumlah antrean kereta yang tertahan cukup banyak, sehingga perlu waktu untuk mengurai antrean," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Penumpang KA Argo Parahyangan Tempuh Jakarta-Bandung 9 Jam gara-gara Kereta Anjlok"

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved