Perjalanan Karir Hotman Paris, Dibully Tak Punya Masa Depan namun Berakhir Sukses

Meski memiliki karir yang gemilang dan sukses, Hotman Paris tidak bisa menghindarai tindakan bullying.

Perjalanan Karir Hotman Paris, Dibully Tak Punya Masa Depan namun Berakhir Sukses
Kolase Tribun Jabar (Instagram/@hotmanparisofficial)
Hotman Paris saat berada di luar negeri. 

TRIBUNJABAR.ID - Hotman Paris adalah pengacara kondang yang namanya sudah tak asing lagi di telinga publik Indonesia.

Selain dikenal sebagai pengacara kondang, Hotman Paris juga eksis di media sosial dan memiliki program acara sendiri di salah satu stasiun televisi.

Berkat karirnya yang moncer, Hotman Paris meraih kesuksesan.

Bukan hanya berkecimpung di dunia hukum, Hotman Paris juga merambah ke dunia bisnis.

Hotman Paris memiliki vila mewah di Bali yang dapat disewakan untuk turis yang sedang berlibur.

Meski memiliki karir yang gemilang dan sukses, nyatanya Hotman Paris tidak bisa menghindarai tindakan bullying.

Ya, Hotman Paris dibully dan dituduh sebagai member di Alexis, hotel yang dilaporkan menjalankan praktik prostitusi.

Melalui Hotman Paris Show yang dipublikasikan pada 25 Juli 2018, pengacara asal Medan itu mengaku pernah dibully di Instagram-nya.

Ada komentar dari warganet yang membully-nya dengan mengaitkan ia dan hotel Alexis.

Padahal Hotman Paris mengatakan tuduhan tersebut tidak benar.

Ia mengatakan orang yang membully-nya adalah laki-laki yang iri atas kesuksesannya.

"Terutama cowok-cowok yang iri sama gua, dia takut pacarnya direbut sama gua," katanya.

Hotman Paris juga pernah mendapat tindakan bullying saat remaja.

Ia diejek karena tidak masuk perguruan tinggi yang diinginkan.

"Pernah saya alamin, karena sudah gagal masuk ITB (Institut Teknologi Bandung)," katanya.

Hotman Paris mengatakan saat itu ia tak mengerti cara mendaftar dan proses tesnya sebab perguruan tinggi yang ia bidik itu berada jauh dari kampung halamannya.

Akhirnya, Hotman Paris memutuskan untuk masuk ke Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan Bandung.

Di sana, Hotman Paris bertemu dengan teman masa kecilnya yang dulu tak serius belajar.

"Akhirnya, saya masuk fakultas hukum gelombang kedua, di-bully-lah semua, masa depan enggak ada," ucap Hotman.

Karena dibully, Hotman Paris mengalami stres hingga dua kali masuk rumah sakit.

"Karena dari kecil aku selalu juara, masuk fakultas hukum ketemu teman-teman SD yang dulu hanya juara-juara ke 100,"

Meski begitu, Hotman Paris tak menyerah dengan keadaan.

Hotman Paris lulus hanya dalam waktu 3,5 tahun.

Setelah itu, Hotman Paris ditawari bekerja di Bank Indonesia oleh profesornya karena memiliki prestasi yang baik.

"Di situlah traumanya terjadi karena saya enggak cocok di profesi itu. Enggak bisa kaya gua di sana. Akhirnya stres," ucapnya.

"Mengikuti pendidikan accounting, hukum dagang yang gua enggak ngerti, di kelas itu gua di-bully, dibilang gua seolah-olah kaya idiot," tambahnya.

Bully yang diterimanya berbentuk verbal.

"Itu benar-benar di-bully sama teman sekelas," katanya.

Mereka juga mengikuti gaya Hotman Paris saat sedang stres untuk mengejeknya.

Namun, semua itu terbayarkan setelah Hotman Paris berhasil meraih kesuksesan.

"Dua puluh tahun kemudian ketemu lagi, gua sudah lebih jauh kaya daripada dia."

Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved