Lion Air JT610 Jatuh

Pendiri Lion Air Marah ke Boeing, Sisa Pesanan Sebanyak 190 Pesawat Berpotensi Dibatalkan?

Rusdi Kirana, pendiri Lion Air Indonesia diberitakan media asing, marah kepada pihak Boeing terkait kecelakaan yang menimpa Lion Air pada Oktober lalu

Pendiri Lion Air Marah ke Boeing, Sisa Pesanan Sebanyak 190 Pesawat Berpotensi Dibatalkan?
aviationcoaching.com
Boeing 737 Max series, (dari atas) Max 7, Max 8 dan Max 9 

Saat ini, pesawat pesanan tersebut sedang ditunggu pengirimannya.

Pesanan pesawat ini merupakan kelanjutan dari pembelian 197 pesawat yang telah dilakukan Lion Air sebelumnya.

Dalam laporan itu, Lion Air menolak berkomentar.

Sementara, juru bicara Boeing mengatakan, "Kami mengambil setiap langkah untuk sepenuhnya memahami semua aspek dari kecelakaan ini, dan bekerja sama dengan tim investigasi dan semua pihak berwenang yang terlibat. Kami juga mendukung pelanggan kami yang berharga melalui masa yang sangat sulit ini."

Datangi Kopi Joni, Pengacara AS Sebut Boeing Bisa Bayar Kompensasi Rp 143 Miliar per Penumpang Lion

Boeing merilis pernyataannya setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengeluarkan laporan terkait kecelakaan pesawat Lion Air pada 29 Oktober lalu.

Disinggung KNKT bahwa pesawat Boeing yang jatuh tersebut sebenarnya laik terbang.

Berubah, Kini KNKT Sebut Lion Air PK-LQP Rute Denpasar-Jakarta Layak Terbang

Sebenarnya, perseteruan antara maskapai dengan pabrikan pesawat pascakecelakaan bukan yang pertama kali terjadi.

Sebelumnya, salah satu pesaing Lion Air di Asia Tenggara, yakni Air Asia dan Airbus juga sempat memanas setelah pesawat A320 hilang pada tahun 2014 lalu.

Walaupun Air Asia masih terus melakukan pemesanan, tetapi hubungan kedua perusahaan itu tidak pernah sepenuhnya pulih, dan akhirnya maskapai penerbangan asal Malaysia tersebut memilih melakukan pembelian pesawat widebody 787 dari Boeing.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rusdi Kirana Marah, Lion Air akan Batalkan Pesanan Pesawat ke Boeing?"


Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved