Breaking News:

Selama Musim Hujan, Aspal Jalan Mahar Martanegara Disebut Akan Terus Mengelupas

aspal di Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi, potensial terus mengelupas, terutama jika terus diterjang banjir akibat luapan air dari Sungai Ciputri

Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Kondisi terbaru aspal di Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi, Selasa (4/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI- Selama musim hujan, aspal di Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi, potensial terus mengelupas, terutama jika terus diterjang banjir akibat luapan air dari Sungai Ciputri.

Hal tersebut diungkapkan, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (4/12/2018).

"Masalahnya sama, tidak berubah, (diterjang banjir) jadi ini karena kuatnya arus air saat menerjang jalan tersebut," ujar Wilman Sugiansyah.

Menurut Wilman Sugiansyah, lapisan perekat aspalnya terangkat karena sudah banyak retakan di aspal jalan itu.

Robert Rene Alberts Sebut Pengaturan Skor di Sepak Bola Indonesia Memang Terjadi: Saya Punya Bukti

Breaking News, Petugas KPK Geledah Kantor Pusat Perum Jasa Tirta II Jatiluhur Purwakarta

"Kalau melihat kondisinya, bisa saja tiap arus deras ini kemungkinan akan ada pengelupasan meskipun sedikit," katanya.

Terbaru, aspal yang belum berusia satu bulan itu kembali mengelupas akibat diterjang banjir dari luapan Sungai Ciputri, pada Senin (3/12/2018).

Kondisi terbaru aspal di Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi, Selasa (4/12/2018).
Kondisi terbaru aspal di Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi, Selasa (4/12/2018). (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

Sejauh ini, Wilman Sugiansyah belum mengetahui berapa panjang dan lebar pengelupasan aspal yang terbaru itu.

Kondisi terakhir, pengelupasan aspal sepanjang 150 meter dengan lebar 4,5 meter dan ketebalan 5 cm.

Untuk panjang dan luas area aspal yang mengelupas terbaru itu pihaknya masih akan terus melakukan inventaris.

Menurutnya, perbaikan akan sia-sia jika dilakukan pada musim hujan, karena kondisi jalan yang diperbaiki bisa langsung rusak kembali.

"Sepertinya tidak akan diperbaikin saat musim hujan, karena percuma nanti bisa mengelupas lagi. Paling penting kami membersihkan sisa pengelupasannya," katanya.


Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved