Pilpres 2019

Prabowo: Pemimpin Bangsa Harus Siap Dikritik, Kalau Dihujat Introspeksi Diri

Pertanyaan yang ditujukan untuk Prabowo tersebut, bermula dari cuitan sang capres soal saling menghargai meski berbeda pendapat.

Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto saat tiba di Kampung Sukaraja, Desa Jatisari, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Sabtu (17/11/2018). 
TRIBUNJABAR.ID - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, memberikan pendapatnya terkait pertanyaan warganet soal kampanye yang sampai menghujat presiden.

Sebuah pertanyaan muncul dari seorang warganet bernama Sangadji.

Pertanyaan yang ditujukan untuk Prabowo tersebut, bermula dari cuitan sang capres soal saling menghargai meski berbeda pendapat.

"Sepakat. Padahal jika kita ingin bersama membangun negeri, kita harus saling menghargai dan menghormati walau berbeda pendapat," tulis Prabowo.

Warganet tersebut kemudian mengungkapkan pendapatnya sekaligu melontarkan pertanyaannya.

"Sepakat pak,termasuk menghormati simbol negara,jgn sampe hanya kampanye sampe menghujat presiden," tanya akun bernama Sangadji tersebut.

Prabowo pun menjawab dengan pernyataan yang cukup panjang.

Ia mengatakan bahwa setiap pemimpin bangsa harus siap dengan segala hal.

Termasuk dengan kritikan.

Prabowo juga menyebut bahwa pemimpin selayaknya menghadirkan ketenangan.

Berikut cuitan yang menjadi jawaban Prabowo:

"Menjadi pemimpin bangsa yang besar itu harus siap segala hal.

Siap di kritik.

Pemimpin harus mampu menghadirkan ketenangan.

Kalau ada yang menghujat introspeksi diri, apakah ada yang salah?

Apakah yang menghujat sebegitu menderitanya atau tidak mendapat keadilan?"
 
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved