Demi Kurangi Sampah di Sungai Citarum Kementerian PUPera Membangun IPAL Komunal dan TPS 3R

Demi mengurangi sampah di aliran Sungai Citarum, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPera) Republik Indonesia

Penulis: Mumu Mujahidin | Editor: Ichsan
Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
Kondisi sedimentasi di aliran Sungai Citarum wilayah Kabupaten Bandung, Selasa (13/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, DAYEUHKOLOT - Demi mengurangi sampah di aliran Sungai Citarum, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPera) Republik Indonesia membangun TPS 3R (reuse, reduce, dan recycle) dan Sanimas (Sanitasi Berbasis Masyarakat) atau IPAL Komunal masyarakat bersama Satgas Citarum Harum.

"Demi mengurangi produksi sampah (terutama sampah rumah tangga) ke Sungai Citarum Sanimas dan TPS 3R ini sudah mulai kita bangun di pinggiran-pinggiran Sungai Citarum," tutur Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Ditjen Ciptakarya Kemen PUPera Dodi Krispratmadi di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Senin (3/12/2018).

Dikatakan Dodi, tahun ini pihaknya membantu membangukan 6 unit infrastruktur persampahan yang masing-masing 4 unit Sanimas (IPAL Komunal) dan 2 unit TPS 3R di permukiman-permukiman warga yang berada di sepanjang pinggiran Sungai Citarum.

"Kami berharap sepanjang akhir tahun sudah selesai dan nanti kira-kira kuartal pertama tahun depan sudah bisa dipakai," ujarnya.

Bandung Punya Bandros, Cirebon Punya Citros, Nih Penampakan Bus Wisata untuk Cirebon

Menurut Dodi, selain limbah dan sampah industri pencemaran di Sungai Citarum salah satunya adalah sampah rumah tangga. Sehingga Kemen PUpera bersama Satgas Citarum Harum berusaha mengendalikan produksi sampah dengan mengelola sampah dengan baik supaya sampah yang ada tidak dibuang ke Sungai Citarum

"Tapi dikelola dipilah secara 3R (reuse, reduce, dan recycle) bisa digunakan lagi, bisa dibuat pupuk kompos dan bisa dijual lagi. Ketika dijual lagi ada perputaran ekonomi disana meski kecil tapi ada perputaran ekonomi bagi masyarakat," tuturnya.

Dodi menuturkan Kementrian PU Pera membantu Kementrian Sumber Daya Alam dalam mengendalikan Sungai Citarum dengan membangunkan infrastruktur persampahan dan air limbah berbasis masyarakat yang dibangun oleh masyarakat dan nantinya akan digunakan untuk kepentingan masyarakat lagi.


"Kami akan terus membantu secara bertahap dengan menggelontorkan program ini. Selama masyarakat memang memiliki RKM (rencana kerja masyarakat), lahan yang dibebaskan tidak bermasalah, masyarakat siap untuk mengelola dengan baik, sehingga air yang dibuang sudah bersih dan tidak lagi mencemari sungai lagi," pungkasnya.

Dodi menuturkan anggaran setiap unit TPS 3R dan Sanimas (IPAL Komunal) ini mencapai masing-masing Rp 500 juta per unit. Proyek ini termasuk proyek prioritas nasional, oleh karena itu kemungkinan besar Kementrian PUPera akan kembali menggelontorkan bantuan di tahun depan.

"Kapasitas TPS 3R dan Sanimas ini dapat menampung produksi sampah hingga 100 KK atau sekitar 500 jiwa dengan 32 meter kibik per hari," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved