255 Anak dari Keluarga Kurang Mampu se-Bandung Raya Mengikuti Khitanan Massal

Sebanyak 255 anak, yang berasal dari golongan keluarga kurang mampu se-Bandung Raya, mengikuti khitanan massal.

255 Anak dari Keluarga Kurang Mampu se-Bandung Raya Mengikuti Khitanan Massal
Tribun Jabar/Cipta Permana
Seorang anak peserta kegiatan khitanan massal, mengacungkan jempol saat dikhitan. Khitanan massal ini digelar Yayasan Pendidikan Assalaam Bandung untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw. Acara berlangsung di Kompleks Pendidikan Assalaam Bandung, Jalan Sasak Gantung, Minggu (2/12/2018) . 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Yayasan Pendidikan Assalaam Bandung menggelar khitanan massal untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw.

Sebanyak 255 anak, yang berasal dari golongan keluarga kurang mampu se-Bandung Raya, mengikuti khitanan massal.

Ketua umum Yayasan Assalaam, KH Habib Syarief Muhammad Al-Aydarus mengatakan khitanan massal ini sebagai upaya meneladani nilai-nilai sikap dalam sisi kehidupan rasulullah, khususnya adab thaharah atau bersuci.

Selain itu, acara ini merupakan tradisi dari pendiri Yayasan Assalaam Bandung, yakni Habib Ustman Al-Aydarus, ayah KH Habib Syarief Muhammad Al-Aydarus.

"Mengapa kami menggelar kegiatan khitanan bagi anak perempuan? Tak lain karena pada1953, almarhum Habib Ustman saat bersilaturahmi ke para gurunya ke wilayah Gentur, Purwakarta, dan Sempur, diminta untuk melaksanakan khitanan bagi anak perempuan, selain laki-laki," ujarnya saat ditemui di  Jalan Sasak Gantung, Bandung, Minggu (2/12/2018).

Perjalanan Sonya Morina, Desainer Asal Kota Bandung yang Mencintai Dunia Fashion

Link Live Streaming Bali United vs Persija Jakarta, Laga Penentu Perburuan Gelar Juara Liga 1 2018

Bahkan dalam beberapa kitab, lanjutnya, hal ini pun telah dianjurkan, baik bersifat sunnah maupun wajib.

Habib Syarief menjelaskan, gelaran khitanan massal juga sebagai langkah untuk membantu masyarakat menunaikan syariat Islam bagi setiap muslim laki-laki.

"Khitan, terutama bagi anak laki-laki menjadi suatu fase yang tidak terpisahkan dalam proses pengislaman seseorang. Artinya, bila dia sudah mencapai baligh (dewasa) tapi belum dikhitan, akan ada pengaruhnya dalam konteks kesucian," ucapnya.

Kegiatan khitanan massal untuk peringatan Maulid Nabi Muhammad saw diharapklan membuat umat muslim semakin berkaca kepada kehidupan rasulullah. Beberapa teladan rasulullah adalah sifat santun, toleransi, dan pemaaf.


"Apa yang disifatkan rasulullah, baiknya menjadi contoh bagi semua umatnya dalam menjalani setiap proses kehidupan," ujar Habib Syarief.

Ketua pelaksana kegiatan gebyar maulid nabi dan khitanan massal, Syarif Setiawan menuturkan, peserta khitanan massal terdiri 115 laki-laki dan 140 perempuan.

Kegiatan ini dibantu para dokter yang berasal dari Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

"Seluruh peserta khitan kami bebaskan biayanya, bahkan mereka mendapatkan uang kadedeuh dan berbagai bingkisan dari Yayasan Pendidikan Assalaam Bandung," katanya. 

Penulis: Cipta Permana
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved