Cerita Ketua RT Kampung Setia Manah Soal Penyebab Meluapnya Sungai Cipaganti di Bandung

Ketua RT10/3, Kampung Setia Manah, Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, Uu (54) mengatakan penyebab Sungai Cipaganti sering meluap

Cerita Ketua RT Kampung Setia Manah Soal Penyebab Meluapnya Sungai Cipaganti di Bandung
Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari
Ketua RT 10/3, Kampung Setia Manah, Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, Uu (54) saat mengawasi warganya yang sedang membersihkan jalanan di pinggiran Sungai Cipaganti, Jumat (30/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua RT 10/3, Kampung Setia Manah, Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, Uu (54) mengatakan penyebab Sungai Cipaganti sering meluap karena banyak terjadi alih fungsi lahan di kawasan hulu aliran sungai tersebut.

Menurutnya banjir besar akibat luapan Sungai Cipaganti sudah terjadi sejak tahun 90-an.

Namun banjir besar yang sampai menerjang kampungnya itu tidak terjadi setiap tahun, melainkan lima tahun sekali.

"Dari tahun 90, rata rata lima tahun sekali banjir gede. Banjir gede itu datang kalau hujan ekstrem. Tapi sekarang sejak tahun 2007 kalau ada hujan (walaupun tidak besar) pasti banjir," ujar Uu saat ditemui Tribun Jabar di kawasan Kampung Setia Manah pinggiran Sungai Cipaganti, Jumat (30/11/2018).

Uu mengatakan daerah hulu yang dilintasi Sungai Cipaganti banyak perubahan, satu di antaranya banyak perumahan.

Tembok Pembatas Sungai Cipaganti Bandung Roboh, Warga Gotong Royong Bangun Tanggul Sementara

Tembok Pembatas Sungai Cipaganti Kota Bandung Roboh, Timpa Satu Warga dan Satu Rumah Rusak

"Daerah hulu aliran Sungai Cipaganti itu antara lain Cipaku, Setiabudi atas, Lembang, belum lagi daerah tugu Ciumbuleuit. Di semua kawasan itu sekarang ya banyak perumahan," ujarnya.

Selain itu, diceritakan UU pada tahun 80an air Sungai Cipaganti ini masih bisa dipakai mandi sama warga kampung ini.

"Tapi tahun 90 ke sini, air sudah berubah, karena banyak gorong-gorong (dari permukiman masuk ke sungai), sampah rumah tangga juga mulai banyak di sungai," katanya.


Penulis: Syarif Pulloh Anwari
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved