Korban Gempa di Sigi Masih Tinggal di Pasar, Sanaeda Berkisah Soal Cucu Kembarnya 'Gempa dan Gempi'

Setelah pendistribusian air selesai, Tribun Jabar berkeliling pasar untuk melihat secara langsung keadaan pengungsi. Mereka adalah korban gempa Palu

Korban Gempa di Sigi Masih Tinggal di Pasar, Sanaeda Berkisah Soal Cucu Kembarnya 'Gempa dan Gempi'
Istimewa
Suasana Pasar di Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, yang dijadikan tempat pengungsian, Kamis (29/11/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.ID, SIGI- Bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Tribun Jabar kembali melanjutkan perjalanan di Palu pada Kamis (29/11/2018).

Tribun Jabar dan rombongan berangkat dari penginapan di Jalan Wolter Monginsidi, Palu, sekira pukul 08.00 WIB.

Kami terlebih dulu mampir ke Kantor ACT Palu untuk berkoordinasi dengan Tim ACT lainnya dan mengetahui kegiatan ACT hari ini.

Seperti hari sebelumnya, kami kembali ke Kabupaten Sigi.

Kami akan meninjau pendistribusian air bersih ke Desa Sibalaya Utara.

Sebelumnya, tim ACT harus menyedot air dari sumber mata air di Desa Kaleke, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi.

Mobil bak yang berisi dua tandon air diparkirkan di sisi jalan.

Dalam 2 Bulan, Ada 4 Kapal Kemanusiaan yang Distribusikan Bantuan Melalui Pelabuhan Pantoloan Palu

ACT Distribusikan 28.800 Liter Air Bersih Setiap Hari ke Beberapa Titik Palu dan Sigi

Setelah itu, tim turun berjalan menuruni jalan setapak untuk menuju mata air.

Kemudian, sebuah selang dimasukkan ke dalam air dan disangga oleh batu agar tidak bergerak.

Halaman
1234
Penulis: Theofilus Richard
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved