Kena OTT KPK, Mantan Bupati Ini Justru Mengaku Berterimakasih

OTT pada Bupati Purbalingga nonaktif itu dilakukan 2,5 tahun setelah dirinya menjabat sebagai bupati.

Kena OTT KPK, Mantan Bupati Ini Justru Mengaku Berterimakasih
KOMPAS.com/NAZAR NURDIN
Bupati Purbalingga nonaktif, Tasdi, di Pengadilan Tipikor Semarang. 

TRIBUNJABAR.ID, SEMARANG - Terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Bupati Purbalingga Nonaktif, Tasdi, justru mengaku berterimakasih.

OTT pada Bupati Purbalingga nonaktif itu dilakukan 2,5 tahun setelah dirinya menjabat sebagai bupati.

"Kita terima kasih pada KPK. Berkat kejadian ini, kita diremkan. Jadi saya berterima kasih," kata Tasdi, dilansir dari Kompas.com, Kamis (29/11/2018).


Lebih lanjut, Tasdi berdalih bahwa upaya KPK menyeretnya saat ini bisa membuatnya belajar dari kesalahannya.

Hal ini, menurutnya, menjadi bahan pembelajaran agar tidak kembali melakukan kesalahan yang sama di masa depan.

Ia mengakui bahwa perbuatannya memerintahkan dan menerima sejumlah uang suap dan gratifikasi sebagai kesalahan.

"Saya salah dan saya bertanggungjawab untuk itu. Jadi sebelum disidang di akhirat, saya disidang di dunia dulu, ya mengurangi dosa," tambahnya.

Dalam kasus ini, Tasdi mengklaim bahwa dia tidak menikmati uang suap maupun gratifikasi. Semua upaya yang dilakukan demi mewujudkan janji politiknya untuk partainya bernaung.

Mau Tahu Bagaimana Prakiraan Cuaca Wilayah III Cirebon Hari Ini? Cek di Sini Yuk!

Tasdi mengatakan, praktik suap dan gratifikasi yang dia terima tidak untuk keperluan pribadinya. Semua dilakukan untuk kepentingan daerah dan kepentingan partai.

Menurutnya, hal itu adalah risiko ketika kepala daerah merangkap sebagai ketua partai di tingkat daerah.

"Sampai hari ini, saya tidak menikmati uang dari manapun, termasuk (uang iuran) dari Pak Utut, Pak Ganjar dan lainnya. Kita terima kasih KPK karena direm," tambahnya.

“Saya berterimakasih pada KPK, saya apresiasi. Kalau tidak ada KPK, praktek ini akan jalan terus," pungkasnya.

Dokter Lakukan Operasi Caesar dalam Keadaan Mabuk, Ibu dan Bayinya Meninggal Dunia

Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved